Zakat Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Ilustrasi--Suasana diskusi--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Lembaga Amil Zakat (LAZ) membantu peningkatan kesejahteraan petani melalui program pemberdayaan petani padi di berbagai daerah. Program itu yakni Desa Gemilang oleh LAZ Al-Azhar Peduli Umat.

Direktur Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Sigit Iko Sugondo mengatakan, dalam program Desa Gemilang, LAZ Al-Azhar Peduli Umat melakukan pemberdayaan masyarakat desa secara terpadu berdasarkan potensi yang ada di masyarakat dalam suatu kesatuan kawasan. Menurutnya, melalui program tersebut lebih dari 11 ribu orang petani padi telah terbantu. 

"Petani-petani binaan LAZ Al-Azhar mampu menghasilkan produksi beras sebanyak lebih dari 8.600 ton dalam setiap kali panen," kata Sigit di Ruang Flamboyan, Hotel Alia Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.


Menurutnya, itu lah bukti pendayagunaan dana zakat sangat berdampak untuk pemberdayaan petani padi di desa. Tak hanya itu, ia mengaku juga mampu memperpendek rantai distribusi beras dari petani kepada konsumen.

"Dengan begitu petani mendapatkan kesejahteraan yang semakin baik dan beras yang dihasilkan berkualitas,"ungkapnya.

Sementara mengenai kesejahteraan petani, lanjut dia, Ramadan merupakan momen tepat untuk dimanfaatkan. Ia menyebutkan, permintaan terhadap beras meningkat dengan adanya kewajiban ibadah zakat fitrah. 

"FOZ memandang, jika dana zakat fitrah dari masyarakat dialihkan untuk membeli beras dari petani binaan LAZ, maka akan memberikan dampak yang besar bagi kesejahteraan petani," tuturnya.

Baca: IDEAS Sebut Kesejahteraan Petani Memprihatinkan

Berdasarkan data Litbang Forum Zakat (FOZ), kata Sigit, tercatat Rp20 miliar lebih dana zakat fitrah yang dihimpun oleh LAZ anggota FOZ pada Ramadan 2017. Menurutnya, angka ini menjadi potensi yang besar jika dialihkan kepada petani beras binaan LAZ. 

"Belum lagi jika digabungkan dengan dana zakat fitrah yang dihimpun secara mandiri oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia. Tentunya akan memberikan efek peningkatan kesejahteraan petani yang mengesankan," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum FOZ Bambang Suherman, mendorong pemerintah untuk lebih serius membuat desain program pemberdayaan petani yang intensif bagi tumbuhnya produksi beras petani secara nasional. 

Menurutnya, pemerintah penting melakukan pemerataan penggunaan lahan pertanian oleh masyarakat. Serta jaminan proses distribusi hasil pertanian yang berpihak kepada petani. 

"Langkah ini perlu segera dimulai setidaknya karena dua alasan; masa depan ketahanan pangan Indonesia dan moratorium perubahan fungsi lahan pertanian," pungkas Bambang. 




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id