Menteri Luar Nageri Retno Marsudi - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Menteri Luar Nageri Retno Marsudi - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

Menlu Retno Sampaikan Duka kepada Korban Ethiopia Airlines

Nasional kecelakaan ethiopian airlines
Nur Azizah • 11 Maret 2019 13:03
Jakarta: Menteri Luar Nageri Retno Marsudi menyampaikan duka mendalam kepada korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines. Terlebih, ada WNI yang turut menjadi korban.
 
"Jadi, sekali lagi, saya atas nama Pemerintah Indonesia mengucapkan duka cita yang dalam kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Ethiopia Airlines," kata Retno di kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 11 Maret 2019.
 
Retno menuturkan, setelah menerima kabar adanya kecelakaan pesawat Ethiopia Airlines, pihaknya langsung meminta dua kedutaan besar bergerak. Dua kedutaan besar itu yakni Kedutaan di Adis Ababa dan Nairobi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena di Nairobi ada kegiatan PBB yang sedang dilakukan dan ada beberapa delegasi yang datang dari Indonesia. Setelah kita mencari informasi, terdapat satu WNI yang tinggal di Roma yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut," ujarnya.
 
Retno menyampaikan Duta Besar Roma telah menghubungi dan berkunjung ke keluarga korban. Korban yang merupakan seorang perempuan itu menikah dengan seorang warga negara Italia dan menetap di Roma.
 
(Baca juga:PBB Konfirmasi Identitas WNI Korban Tragedi Ethiopian Airlines)
 
Korban WNI adalah satu dari 157 korban dalam kecelakaan pesawat maskapai Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu dan Addis Ababa, Minggu 10 Maret. Pesawat dengan nomor penerbangan ET302 itu membawa 149 penumpang dan 8 kru.
 
Sebelumnya, KBRI Addis Ababa mengonfirmasi ada satu WNI dalam kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET302. Pihak maskapai mengatakan ada 33 kewarganegaraan di pesawat tersebut, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kenya.
 
Sedikitnya 19 staf PBB juga tewas dalam kecelakaan tersebut. Pesawat jatuh enam menit usai lepas landas dari Bandara Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya, pada Minggu, 10 Maret 2019. Menara pengawas kehilangan kontak dengan Boeing 737 Max 8 itu pada pukul 08.44 waktu Ethiopia.
 
Pilot penerbangan Ethiopian Airlines ET302 sempat melaporkan adanya masalah teknis dan meminta izin berbalik ke bandara, sesaat sebelum pesawat nahas itu jatuh di dekat kota Bishoftu, berjarak sekitar 62 kilometer dari Addis Ababa.
 
Penyebab kecelakaan belum diketahui. Chief Executive Officer Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mengatakan sesi perawatan rutin sebelum ET302 lepas landas tidak menunjukkan adanya masalah. Kapten Yared Getachew yang menerbangkan pesawat tersebut juga sudah memiliki lebih dari 8.000 jam terbang dengan 'catatan rekor luar biasa'.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif