Kalapas Lambaro Disiram Air Cabai
Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami. Foto: Medcom.id/Dheri
Jakarta: Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami menceritakan kronologi insiden pelarian 113 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banda Aceh, Lambaro. Para narapidana sempat melempari Kepala Lapas Lambaro dengan air cabai.
 
Sri Puguh mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat ibadah salat Maghrib. Sejumlah penghuni lapas yang berada di sekitar pagar antara masjid dan ruang kantor berteriak.
 
Kepala lapas dan kepala seksi keamanan pun menghampiri para napi yang ribut itu. Saat ditanya secara baik-baik, mereka malah mengamuk dan semakin marah.
 
"Kemudian melemparkan botol berisi diduga air cabai ke kepala KPLP sehingga matanya pedih, lari ke depan, yang ada di sana tinggal kepala seksi keamanan," kata Sri Puguh saat konferensi pers di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat, 30 November 2018.
 
Setidaknya ada sekitar 300 narapidana yang menunaikan salat Maghrib berjamaah di masjid. Beberapa narapidana pun memanfaatkan keributan itu untuk melarikan diri.

Baca: Polisi Buru Narapidana yang Kabur di Aceh

Beberapa narapidana melawan pegawai dan petugas yang berjaga. Mereka juga memjebol jendela dan pintu untuk kabur.
 
"Beberapa pintu jendela dijebol oleh mereka dan sebagiannya melarikan diri," jelas Sri Puguh.
 
Sebanyak 113 narapidana kabur dari Lapas kelas II A Banda Aceh, Lambaro, semalam. Polisi pun memburu para narapidana yang kabur. Hingga saat ini, sebanyak 26 narapidana berhasil ditangkap.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id