Imam Besar Masjid Istiqlal Kiai Nasaruddin Umar
Imam Besar Masjid Istiqlal Kiai Nasaruddin Umar

Imam Istiqlal: Berhentilah Mendiskreditkan Perempuan atas Nama Ayat

Nasional poligami
17 Desember 2018 21:23
Jakarta: Imam Besar Masjid Istiqlal Kiai Nasaruddin Umar mengimbau para lelaki tidak melakukan poligami. Sebab, laki-laki yang berpoligami tidak akan bisa berbuat adil.
 
“Islam hadir untuk meredam pernikahan tanpa batas. Dibatasi jadi tiga atau empat istri saja, syaratnya harus adil (An-Nisa:3). Tapi ayat lain (An-Nisa: 129) mengunci, dikatakan bahwa laki-laki tidak akan bisa adil secara kualitatif  atau menyangkut perasaan. Jadi logikanya apa? Ya, jangan poligami,” kata Kiai Nasaruddin saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di base camp PSI, Senin, 17 Agustus 2018.
 
Di hadapan para pengurus, kader dan simpatisan PSI yang hadir, Kiai Nasarudin menekankan bahwa selama ini perempuan masih jadi objek ketidakadilan. Kiai karismatik itu pun ikut mencermati masalah praktik poligami yang sering jadi sumber ketidakadilan yang dialami oleh perempuan dan anak-anak.
 
“Memang seperti hasil kajian-kajian sebelumnya, harus diakui praktik poligami menjadi salah satu penyebab banyak kasus perceraian, kekerasan terhadap perempuan, ekonomi ambruk, dan anak-anak jadi korban penelantaran,” ujarnya.
 
Kiai Nasar juga menyinggung peran Nabi Muhammad SAW dalam mengangkat derajat kaum perempuan pada masa itu, ketika perempuan berada dalam subordinat laki-laki dan kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif.
 
“Nabi Muhammad yang pertama kali menghentikan tradisi mengekstradisi perempuan yang sedang menstruasi. Dulu perempuan tidak boleh diakikah, hanya laki-laki. Islam, lewat Nabi Muhammad SAW, memulai akikah bagi kaum perempuan,” ujarnya.
 
Islam juga yang memperkenalkan dan mengizinkan perempuan berkiprah di ranah publik. “Aisyah RA, istri nabi juga ikut berperang, ikut  merawat, sebelumnya tidak boleh. Perempuan juga boleh menuntut ilmu setinggi-tingginya. Saya ingin mengatakan begini, berhentilah mendiskreditkan perempuan atas nama ayat," tegas pria kelahiran Ujung Bone, Sulawesi Selatan ini.

Baca: Komnas Perempuan: Islam Tak Menganjurkan Poligami

Terakhir, sebagai seorang akademisi dan ulama, Kiai Nasar menitipkan pesan kepada caleg-caleg PSI yang akan maju di Pemilu 2019.
 
“Seandainya nanti ada kejutan, apa yang diinginkan di Pemilu 2019 tercapai, saya titipkan harapan, untuk adinda-adinda yang bersih dari kontaminasi pikiran masa lampau yang destruktif, peliharalah pikiran jernihnya untuk menatap masa depan,” ujar Kiai Nasar yang disambut tepuk tangan para hadirin.
 
Sebelumnya, saat mengantar acara, Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan, “Saya kira topik yang akan dibawakan Kiai Nasar sangat relevan dengan kejadian di Festival 11 yang lalu, ketika Ketua Umum PSI memberikan pendidikan politik, dengan pesan utama diskriminasi perempuan harus dihentikan.”
 
Salah satu cara yang ditempuh PSI adalah mendisiplinkan kader dan pengurus untuk tidak berpoligami. “Sikap soal poligami ini tidak terkait dengan tafsir agama, tapi menyangkut masalah sosial," kata Toni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi