Garda BMI Kecam Saudi Terkait Eksekusi Mati TKI
Ilustrasi hukum pancung. Foto: Dok/Medcom.id.
Jakarta: Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisiasi buruh migran mengecam keras Arab Saudi. Hal itu menyusul eksekusi mati pekerja migran Indonesia asal Majalengka, Tuti Tursilawati pada Senin, Oktober 2018.

Ketua Umum Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) Ahmad Iman mendesak Presiden Joko Widodo segera melayangkan protes keras kepada Arab Saudi. Pasalnya, menurut Iman, eksekusi tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan apapun kepada perwakilan pemerintah Indonesia di Saudi.

"Garda BMI mengecam keras eksekusi tersebut. Kami berharap Presiden Jokowi melayangkan protes, karena tidak ada pemberitahuan sebelum eksekusi," ujar Iman dalam keterangannya, Selasa, 30 Oktober 2018.


Baca juga: Arab Saudi Harus Dilaporkan ke Komite Pekerja Migran PBB

Iman menambahkan, eksekusi mati Tuti bukan saja mencederai penghormatan atas hak asasi manusia. Namun juga melanggar kepatuhan tata krama diplomasi internasional mengenai Mandatory Consular Notification.

"Ini bukan pertama kalinya Saudi berulah. Maret 2018 lalu, TKI asal Bangkalan, Madura juga dieksekusi tanpa pemberitahuan kepada pemerintah," lanjutnya.

Baca juga: Belajar dari Tuti, TKI Diminta Ekspresif Ketika Dilecehkan

Karena itu, lanjut dia, Presiden Jokowi tidak boleh tinggal diam. "Kalau perlu, harus ada sanksi yang kita berikan kepada Saudi," kecam Iman.

Seperti diketahui, Arab Saudi melakukan eksekusi hukuman pancung kepada Tuti Tursilawati pada Senin (29/10) kemarin. Namun eksekusi tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan (notifikasi) kepada pemerintah Indonesia.

Baca juga: Migrant CARE Kecam Keras Eksekusi Mati Tuti Tursilawati

Tuti kabarnya divonis hukuman mati pada 11 Mei 2010 oleh pengadilan setempat karena terbukti membunuh majikannya. Namun Tuti mengaku terpaksa membunuh karena mendapatkan pelecehan seksual.





(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id