Arab Saudi Harus Dilaporkan ke Komite Pekerja Migran PBB
Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Bobi Anwar Maarif. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Jakarta: Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Bobi Anwar Maarif mengatakan Arab Saudi harus dilaporkan ke Komite Pekerja Migran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Baca juga: Arab Saudi Eksekusi Mati WNI Tuti Tursilawati.
 
"Negara seperti Arab Saudi perlu dilaporkan ke Komisi Migran di PBB. Harus dilaporkan karena kasus seperti ini terus terjadi," kata Bobi, memberikan keterangan di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018.
 
Menurut dia, lewat laporan bayangan saja sebenarnya sudah cukup berpengaruh kepada negara-negara pelanggar hak-hak pekerja migran. "Laporan bayangan ini di PBB ada komisi migran yang menerima laporan dari negara-negara pihak," katanya.
 
"Pelanggaran yang dilaporkan bisa apa saja, misalnya, negara Arab itu tidak membuka diri karena ada hak privilage untuk warganya agar tidak diganggu, bahkan oleh para aparat," imbuh Bobi.
 
Dia mengatakan hak privilage ini yang menyebabkan pemerintah susah melakukan intervensi. Hal ini pula yang menghambat diketahuinya mengenai pemenuhan hak-hak pekerja migran.
 
Yang melaporkan, kata Bobi, bisa pemerintah atau masyarakat sipil. "Kalau pemerintah bisa melalui laporan empat tahunan," katanya.
 
Baca juga: Tuti Sampaikan ke Ibunda Dirinya Diperkosa di Arab Saudi.
 
Tuti Tursilawati merupakan pekerja migran yang dieksekusi pada 29 Oktober 2018. Dia bekerja di Arab Saudi sejak 5 September 2009 dan bekerja untuk keluarga majikannya, Suud Malhaq Al Utaibi di Kota Thaif. Diberangkatkan oleh PT Arunda Bayu, Tuti bekerja sebagai penata laksana rumah tangga.
 
Pada 11 Mei 2010, Tuti diketahui melakukan pembunuhan terhadap Suud Malhaq Al Utibi dengan cara memukulkan sebatang kayu kepada Suud. Namun pemukulan bukan tanpa sebab, karena tindak pelecehan seksual oleh oleh Suud.
 
Tuti sempat kabur dan membawa uang senilai 31.500 Riyal Arab Saudi atau sekitar Rp142 juta berikut satu buah jam tangan dari rumah keluara majikannya. Namun Tuti akhirnya ditangkap oleh aparat setempat.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id