Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Pembuang APD di Jagakarsa Diduga Bukan Tim Medis

Nasional Virus Korona Alat Pelindung Diri (APD)
Siti Yona Hukmana • 11 April 2020 01:17
Jakarta: Polisi masih menyelidiki kasus pembuangan alat pelindung diri (APD) di selokan Jalan RM Kahfi 1, RT 009/RW 06, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pembuang APD itu masih diburu.
 
"Tapi dugaan kami bukan tenaga medis. Menurut saya kalau dari rumah sakit enggak mungkin ya, kan tahu aturan. Mungkin orang umum (yang membuang APD itu)," kata Kapolsek Jagakarsa Komisaris Polisi (Kompol) Riftazudin di Jakarta, Jumat, 10 April 2020.
 
Dugaan ini diperkuat dengan tidak menemukannya sejumlah rumah sakit yang diduga membuang APD bekas pakai tersebut. Riftazudin telah memastikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jagakarsa dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jagakarsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari rumah sakit sudah diselidiki enggak ada yang buang begitu. Kalau tenaga kesehatan kan enggak mungkin, tertib dia, tahu aturan, mereka juga punya standar operasional prosedur (SOP)," ujar Riftazudin.
 
Riftazudin mengaku masih perlu menggali lebih lanjut penemuan APD bekas pakai di got tersebut. Dia kesulitan menemukan pelaku karena tidak ada saksi yang melihat wajahnya.
 
"Ya kan di situ enggak ada orang, enggak ada saksi yang lihat, jadi susah," aku dia.
 
Pembuangan sejumlah APD yang terdiri dari dua sarung tangan warna ungu dan jaket warna putih itu terjadi pada Selasa, 7 April 2020, sekitar pukul 16.00 WIB. Seorang saksi, Hamidah, 50 mengaku melihat seseorang membuang sejumlah APD itu menggunakan mobil ambulans.
 
Pembuang APD di Jagakarsa Diduga Bukan Tim Medis
 
Baca: Sejumlah APD Dibuang ke Selokan di Jagakarsa
 
"Ibu itu mengaku (lihat) yang membuang APD tidak turun dari mobil, ciri-ciri ambulans mirip mobil jenazah," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus, Kamis, 9 April 2020.
 
APD itu dibakar atas saran dari Kepala Puskesmas Jagakarsa Dewi. Sebelum dibakar, APD itu disempot disinfektan untuk mencegah virus korona (covid-19).

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif