Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri acara Silaturahmi Wong Pemalang di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu, 26 Maret 2017. Foto: MTVN/Nur Azizah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri acara Silaturahmi Wong Pemalang di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu, 26 Maret 2017. Foto: MTVN/Nur Azizah.

Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Dihentikan Sementara

Nur Azizah • 26 Maret 2017 12:30
medcom.id, Jakarta: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunda proses pembangunan pabrik semen di Kendal, Rembang, Jawa Tengah. Tindakan ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
 
Ganjar mengatakan telah mengundang PT Semen Indonesia (Persero) untuk membicarakan masalah ini. Mereka sepakat menunggu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuat tim khusus untuk meneliti dan menerbitkan kajian lingkungan sidup strategis (KLHS).
 
"Sekarang di-postpone sambil menunggu KLHS," kata Ganjar usai menghadiri acara Silaturahmi Wong Pemalang di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu, 26 Maret 2017.

Pembangunan pabrik semen sempat mendapatkan penolakan dari petani Rembang. Mereka bahkan nekat menggelar aksi mengecor kaki di depan Istana Merdeka pada 13 Maret 2017.
 
Baca: Petani Kendeng: Pak Jokowi, Saya Sudah Kehilangan Bapak
 
Patmi, salah satu peserta aksi akhirnya tumbang. Dia mengembuskan napas terakhir pada Selasa dini hari 21 Maret 2017. 
 
Patmi sebelumnya baru pulang ke Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia setelah mengikuti aksi di Istana. Peserta aksi menginap di sana selama menjalankan aksi.
 
Saat itu, Patmi baru selesai mandi. Dia mengeluhkan kondisi badan tak nyaman. Ia kejang-kejang lalu muntah.
 
Baca: Semen Indonesia Bantah Mengabaikan Warga Kendeng
 
Staf YLBHI lantas membawanya ke RS St. Carolus Salembang. Namun, rumah sakit menyatakan Patmi meninggal sekira pukul 02.55 WIB karena sakit jantung.
 
"Atas kejadian ini kami turut berduka. Bagi kami, beliau merupakan pejuang bagi warga Kendeng," kata Sobirin, aktivis di Desantara, dalam sambungan telepon kepada Metrotvnews.com.
 
Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengatakan Patmi dan beberapa warga lain mengikuti aksi sejak Kamis 16 Maret 2017. Mereka berjuang melindungi lingkungannya di Pegunungan Kendeng.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan