Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani

Populer Nasional: Indonesia Rawan Bencana Hingga Tersangka Kerangkeng Manusia Bisa Bertambah

Lukman Diah Sari • 26 Mei 2022 06:01
Jakarta: Sejumlah pemberitaan di Kanal Nasional Medcom.id menjadi yang terpopuler pada Rabu, 25 Mei 2022. Pertama ialah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut Indonesia adalah negara rawan bencana. 
 
Tercatat 1.613 bencana terjadi di Indonesia hingga 23 Mei 2022. "Rata-rata dalam sebulan terjadi 500 kali gempa skala kecil maupun besar," ujar Jokowi dalam pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Jokowi menjelaskan gempa disertai tsunami terbesar terakhir terjadi di Palu pada 2018. Sebanyak 2.113 orang meninggal akibat musibah itu.
 
Selengkapnya baca di sini: Sebut Indonesia Negara Rawan Bencana, Jokowi: 500 Gempa per Bulan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, sistem ganjil genap akan diterapkan di 25 ruas jalan di DKI Jakarta mulai 6 Juni 2022. Kebijakan ini terakhir diterapkan pada 2019, sebelum pandemi covid-19.
 
"Sebagaimana kita ketahui bahwa setelah libur lebaran terjadi peningkatan volume lalin hampir merata di seluruh ruas jalan Jakarta," kata Syafrin saat dihubungi, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Ia menerangkan hasil rapat menyepakati sistem ganjil genap akan diaktifkan kembali. Aturan ini termuat dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019.
 
Selengkapnya baca di sini: Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan Jakarta Diterapkan Mulai 6 Juni
 
Terakhir perihal kasus kerangkeng manusia milik Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebut tersangka dari unsur TNI kemungkinan masih bisa bertambah.
 
"Mungkin ada tambahan (tersangka) lagi karena cukup lama kan dari 2011, kira-kira 11 tahun," kata Andika di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) ini mengatakan sebanyak lima dari 10 orang oknum prajurit TNI yang diduga terlibat dalam kasus ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan, terhadap lima anggota TNI lainnya masih dilakukan pendalaman.
 
Selengkapnya baca di sini: Panglima TNI: Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia Bisa Bertambah
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif