Jakarta: Kasus kekerasan kembali terjadi di lingkungan sekolah, seorang siswi di SMA negeri di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi korban kekerasan teman sekolahnya pada Selasa pekan lalu. Kasus tersebut viral setelah ibu korban curhat melalui media sosial.
Dalam unggahannya di Instagram, ibu korban membagikan foto sang anak yang mengalami luka pada bagian wajah di pelipis mata sebelah kiri dan mengalami lebam di tiga titik bagian tubuhnya usai dianiaya.
"Anak wanita saya menjadi korban (pemukulan) dari siswa ( laki-laki) bernama Ar***. Saya heran dengan pihak SMA Negeri Kota Tasikmalaya kenapa tidak melakukan perlindungan terhadap korban wanita dan cenderung membela pelaku?
Saya minta Keadilan selama di sekolah dan proses mediasi dari pihak Humas Polres Tasikmalaya Kota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Korban tiga jahitan memar tiga titik.
Bapak @ridwankamilDinas @puslapdik_dikbud,” tulis orang tua korban @j****** di Instagram.
Ibu korban menceritakan adanya intimidasi yang dialami putrinya usai mengalami pemukulan oleh seorang siswa laki-laki berinisial A, Ia menyayangkan sikap pihak sekolah yang tidak melakukan perlindungan kepada sang anak serta tidak memberitahunya untuk mendampingi korban pada saat proses mediasi bersama orang tua pelaku yang dilakukan pada Jumat lalu.
Atas kejadian tersebut, ibu korban sakit hati dan langsung melapor ke pihak kepolisian.
"Perlu saya ceritakan bahwa tanggal 16 Mei 2023 sekira pukul 14.00 WIB itu memang terjadi kekerasan pada anak yang terjadi di salah satu kelas di SMA 1 Tasikmalaya Kota," ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agung Tri Poerbowo dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia, Selasa, 23 Mei 2023.
Adanya motif pelaku untuk memukul korban ini karena awalnya terjadi keributan antara pelaku dan temannya. Kemudian si korban berusaha untuk melerai keributan tersebut.
"Namun, pelaku tidak terima karena menganggap si korban ini berpihak kepada temannya sehingga pelaku mencoba memukul dan mengakibatkan pelipis mata korban robek," sambungnya.
AKP Agung mengatakan bahwa saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan untuk diusut lebih lanjut, sementara kondisi korban hingga pada hari ini telah berangsur pulih.
"Untuk kondisi korban alhamdulilah pada saat ini berangsur pulih dan sudah bisa mengikuti pembelajaran kembali" katanya.
Lebih lanjut, AKP Agung mengatakan bahwa pihak kepolisian Tasikmalaya kota akan melakukan koordinasi dengan Bappas (Balai Permasyarakatan) guna melakukan proses diversi sebagaimana yang diamanatkan undang undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
(Natania Rizky Ananda)
Jakarta: Kasus kekerasan kembali terjadi di lingkungan sekolah, seorang siswi di SMA negeri di Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi korban
kekerasan teman sekolahnya pada Selasa pekan lalu. Kasus tersebut viral setelah ibu korban curhat melalui
media sosial.
Dalam unggahannya di Instagram, ibu korban membagikan foto sang anak yang mengalami luka pada bagian wajah di pelipis mata sebelah kiri dan mengalami lebam di tiga titik bagian tubuhnya usai dianiaya.
"Anak wanita saya menjadi korban (pemukulan) dari siswa ( laki-laki) bernama Ar***. Saya heran dengan pihak SMA Negeri Kota Tasikmalaya kenapa tidak melakukan perlindungan terhadap korban wanita dan cenderung membela pelaku?
Saya minta Keadilan selama di sekolah dan proses mediasi dari pihak Humas Polres Tasikmalaya Kota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Korban tiga jahitan memar tiga titik.
Bapak @ridwankamilDinas @puslapdik_dikbud,” tulis orang tua korban @j****** di Instagram.
Ibu korban menceritakan adanya intimidasi yang dialami putrinya usai mengalami pemukulan oleh seorang siswa laki-laki berinisial A, Ia menyayangkan sikap pihak sekolah yang tidak melakukan perlindungan kepada sang anak serta tidak memberitahunya untuk mendampingi korban pada saat proses mediasi bersama orang tua pelaku yang dilakukan pada Jumat lalu.
Atas kejadian tersebut, ibu korban sakit hati dan langsung melapor ke pihak kepolisian.
"Perlu saya ceritakan bahwa tanggal 16 Mei 2023 sekira pukul 14.00 WIB itu memang terjadi kekerasan pada anak yang terjadi di salah satu kelas di SMA 1 Tasikmalaya Kota," ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agung Tri Poerbowo dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia, Selasa, 23 Mei 2023.
Adanya motif pelaku untuk memukul korban ini karena awalnya terjadi keributan antara pelaku dan temannya. Kemudian si korban berusaha untuk melerai keributan tersebut.
"Namun, pelaku tidak terima karena menganggap si korban ini berpihak kepada temannya sehingga pelaku mencoba memukul dan mengakibatkan pelipis mata korban robek," sambungnya.
AKP Agung mengatakan bahwa saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan untuk diusut lebih lanjut, sementara kondisi korban hingga pada hari ini telah berangsur pulih.
"Untuk kondisi korban alhamdulilah pada saat ini berangsur pulih dan sudah bisa mengikuti pembelajaran kembali" katanya.
Lebih lanjut, AKP Agung mengatakan bahwa pihak kepolisian Tasikmalaya kota akan melakukan koordinasi dengan Bappas (Balai Permasyarakatan) guna melakukan proses diversi sebagaimana yang diamanatkan undang undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
(Natania Rizky Ananda) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WAN)