Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot), Jakarta Timur buka suara terkait maraknya perusakan hingga pencurian fasilitas publik, termasuk rambu pembatas jalan atau "mata kucing".
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, fasilitas publik dibangun untuk kepentingan bersama dan wajib dijaga.
"Apapun yang dilakukan terhadap perusakan fasilitas publik itu tidak boleh dan sangat dilarang. Karena itu untuk kepentingan masyarakat umum," ujar Kusmanto di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis, 12 Februari 2026.
Pernyataan ini merespons aksi pencurian marka jalan pemantul cahaya (mata kucing) di pembatas jalur underpass kawasan Cawang, Jakarta Timur.
Kusmanto menilai fasilitas tersebut berfungsi untuk keselamatan pengguna jalan. "Apabila itu sampai hilang, masyarakat celaka, berarti itu suatu perbuatan yang zalim," lanjutnya.
Perketat pengawasan
Sebagai langkah antisipasi, Kusmanto telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memperketat pengawasan di lapangan.
"Jadi saya sampaikan kepada para petugas, ya terutama Satpol PP atau Dishub untuk membantu mengawasi agar kejadian serupa tak terulang," ucap Kusmanto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan oknum yang kedapatan merusak fasilitas publik.
"Masyarakat apabila melihat ada perusakan fasilitas publik, mohon dilaporkan kepada pihak aparatur, baik kelurahan, kecamatan, maupun unsur kepolisian," tambahnya.
Belasan Mata Kucing hilang dicuri
Berdasarkan data Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, tercatat sebanyak 18 paku marka jalan di underpass Cawang telah hilang digondol pencuri.
Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu (11/2).
"Untuk kasus yang viral itu, kami langsung melakukan pengecekan dan menghitung jumlah yang hilang. Di satu lokasi saja ditemukan ada 18 mata kucing yang hilang," ungkap Emiral.
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot), Jakarta Timur buka suara terkait maraknya perusakan hingga
pencurian fasilitas publik, termasuk rambu pembatas jalan atau "mata kucing".
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, fasilitas publik dibangun untuk kepentingan bersama dan wajib dijaga.
"Apapun yang dilakukan terhadap perusakan fasilitas publik itu tidak boleh dan sangat dilarang. Karena itu untuk kepentingan masyarakat umum," ujar Kusmanto di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis, 12 Februari 2026.
Pernyataan ini merespons aksi pencurian marka jalan pemantul cahaya (mata kucing) di pembatas jalur underpass kawasan Cawang, Jakarta Timur.
Kusmanto menilai fasilitas tersebut berfungsi untuk keselamatan pengguna jalan. "Apabila itu sampai hilang, masyarakat celaka, berarti itu suatu perbuatan yang zalim," lanjutnya.
Perketat pengawasan
Sebagai langkah antisipasi, Kusmanto telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memperketat pengawasan di lapangan.
"Jadi saya sampaikan kepada para petugas, ya terutama Satpol PP atau Dishub untuk membantu mengawasi agar kejadian serupa tak terulang," ucap Kusmanto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan oknum yang kedapatan merusak fasilitas publik.
"Masyarakat apabila melihat ada perusakan fasilitas publik, mohon dilaporkan kepada pihak aparatur, baik kelurahan, kecamatan, maupun unsur kepolisian," tambahnya.
Belasan Mata Kucing hilang dicuri
Berdasarkan data Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, tercatat sebanyak 18 paku marka jalan di underpass Cawang telah hilang digondol pencuri.
Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu (11/2).
"Untuk kasus yang viral itu, kami langsung melakukan pengecekan dan menghitung jumlah yang hilang. Di satu lokasi saja ditemukan ada 18 mata kucing yang hilang," ungkap Emiral.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)