ilustrasi artificial intelligence. Foto: Istimewa
ilustrasi artificial intelligence. Foto: Istimewa

Kritis soal AI, di The Cornerstone Pelajar SMA Suarakan Masa Depan Indonesia

Annisa ayu artanti • 09 Mei 2026 17:24
Ringkasnya gini..
  • Pelajar Gen-Z tampil kritis membahas dampak AI di forum The Cornerstone.
  • The Cornerstone dorong anak muda ikut terlibat dalam masa depan teknologi Indonesia.
Jakarta: Di tengah derasnya perkembangan artificial intelligence (AI), pelajar SMA kini mulai mengambil peran lebih besar dalam membahas arah masa depan teknologi. 
 
Mereka tak lagi hanya menjadi pengguna pasif, tetapi mulai aktif mengkritisi dampak AI terhadap pendidikan, pekerjaan, hingga masa depan sosial masyarakat.
 
Pelajar SMA ini langsung dengan mantan menteri, pembuat kebijakan, dan petinggi industri. Mereka tidak hadir untuk sekadar mencatat teori, melainkan melempar gagasan tajam tentang bahaya "Kolonialisme Digital" hingga ancaman "Ilusi Kompetensi" di era artificial intelligence (AI). 

Pemandangan langka dan penuh energi inilah yang menjadi sorotan utama dalam konferensi The Cornerstone yang baru saja usai digelar.
 
Mengusung tema “AI & The Future We Are Building”, forum lintas generasi ini sukses mematahkan anggapan kalau Gen-Z cuma peduli pada teknologi instan. 
 
Baca juga: Google Perluas AI Opportunity Fund di Asia-Pasifik, Fokus Buat Pendidik

Bukannya jadi penonton pasif, para pelajar justru memegang kendali obrolan dan menyampaikan keresahan mereka secara berkelas di hadapan para profesional.
 
Keberanian dan kemandirian berpikir yang muncul di panggung The Cornerstone ini pun bukan tanpa alasan. 
 
Acara ini digagas oleh EduALL, konsultan pendidikan yang selama ini dikenal mendampingi persiapan siswa untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Di balik itu semua, EduALL punya visi yang jauh lebih besar, yaitu mencetak generasi pembawa perubahan (Game Changer).
 
EduALL menyadari bahwa growth mindset dan nalar kritis generasi muda tidak bisa diasah hanya di atas kertas atau sebatas mengejar angka penerimaan di universitas top dunia. 
 
Di tengah masifnya disrupsi AI yang berpotensi merombak tatanan sosial dan masa depan karier, anak-anak muda ini membutuhkan panggung nyata. Mereka harus dilibatkan dalam diskursus yang nyata. 
 
Sayangnya, langkah strategis dan kebijakan untuk masa depan bangsa kerap kali dirumuskan tanpa mendengarkan aspirasi mereka. Karena itulah, EduALL berharap The Cornerstone mampu menjadi fondasi awal di mana perumusan gagasan dan regulasi negeri ini benar-benar melibatkan suara para calon pemimpin masa depan.
 
“Indonesia tidak kekurangan anak-anak yang cerdas. Yang kita kekurangan adalah ruang untuk membentuk mereka dengan benar. Makanya EduALL sendiri berusaha untuk memastikan di The Cornerstone, anak-anak bisa adu ide dengan para profesional,” ujar CEO EduALL, Devi Kasih dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei 2026.
 
Daya tarik paling memukau dari The Cornerstone terletak pada tidak adanya hierarki yang kaku. Siswa secara bergantian tampil sebagai student speaker mendampingi para ahli. Mereka membedah isu-isu krusial dengan kepala tegak, membuktikan bahwa keresahan mereka valid dan suara mereka berhak mendapat tempat di meja perumusan kebijakan.
 
Rangkaian dialog kritis ini ditutup dengan aksi sosial yang nyata. EduALL memastikan bahwa semangat perubahan dari forum ini tidak hanya dinikmati oleh peserta yang hadir di ruangan.
 
"Kami selalu percaya pendidikan berdampak haruslah inklusif. Melalui kerja sama dengan Indonesia Mengajar, 100 persen dana dari penjualan tiket dan donasi di The Cornerstone resmi disalurkan untuk mendukung pemerataan pendidikan bagi adik-adik di pelosok Nusantara," ucap Project Manager The Cornerstone, Theresya Afila.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>