Ilustrasi: Google
Ilustrasi: Google

Google Perluas AI Opportunity Fund di Asia-Pasifik, Fokus Buat Pendidik

Mohamad Mamduh • 08 Mei 2026 21:31
Ringkasnya gini..
  • Survei menunjukkan 77% pendidik dan 79% pelajar percaya AI akan meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • Google menghadirkan jalur pembelajaran terintegrasi dengan sumber daya kelas dunia, seperti Experience AI, Gemini Academy, dan AI Research Foundations.
  • Google berharap AI menjadi sarana inklusif yang memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Asia-Pasifik.
Jakarta: Google resmi mengumumkan perluasan AI Opportunity Fund di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, dengan tambahan pendanaan sebesar USD10 juta. Dengan komitmen ini, total investasi mencapai USD37 juta, ditargetkan membekali 4,7 juta pelajar, pendidik, dan pekerja di 19 negara dengan keterampilan AI.
 
Program ini menempatkan guru sebagai aktor utama dalam pemanfaatan AI di ruang kelas. Di Singapura, Aurelius Yeo dari School of Science and Technology menggunakan NotebookLM untuk membantu siswa memahami materi kompleks sesuai gaya belajar mereka. Sementara itu, Kar Mun Lam dari Dunman High School memanfaatkan Gemini untuk mengotomatisasi tugas administratif, sehingga guru bisa lebih fokus mendampingi siswa.
 
Survei menunjukkan 77% pendidik dan 79% pelajar percaya AI akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, masih ada kesenjangan pelatihan formal. Banyak institusi pendidikan menekankan perlunya kerangka kerja yang jelas agar integrasi AI berjalan aman dan efektif.

Google menghadirkan jalur pembelajaran terintegrasi dengan sumber daya kelas dunia, seperti Experience AI, Gemini Academy, dan AI Research Foundations. Selain itu, tersedia Buku Panduan AI bagi Pendidik serta platform pembelajaran terpusat untuk memantau progres dan otomatisasi pendaftaran. Implementasi lokal dilakukan bersama lebih dari 20 mitra agar selaras dengan agenda digital nasional masing-masing negara.
 
Sejak 2024, program ini telah melatih 500.000 pekerja dan mendukung 11.000 usaha kecil. Google.org juga mendanai lebih dari 100 organisasi di Asia-Pasifik dengan total dukungan USD200 juta, donasi non-tunai senilai USD600 juta, serta kontribusi 170.000 jam kerja sukarela. Secara keseluruhan, inisiatif ini telah membuka peluang bagi lebih dari 60 juta pelajar.
 
Dengan menempatkan pendidik sebagai pusat, Google berharap AI menjadi sarana inklusif yang memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Asia-Pasifik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA