Program BPNT Telah Melalui Tahapan Penyempurnaan
Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung menghadiri peluncuran BPNT dan BPNTD di Kota Kupang, NTT, Senin, 26 November 2018 (Foto:Dok)
Kupang: Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan penyempurnaan dalam program bantuan. Salah satunya, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BPNT telah melewati tahapan penyempurnaan yang panjang.

"BPNT merupakan perubahan dari Rastra dan Raskin. Pertama pada 2017, adalah bansos, sebesar Rp16 ribu per kg, serta masih mengharuskan KPM (keluarga penerima manfaat) untuk membayar. Sekarang sudah tidak perlu lagi KPM membayar, alias gratis. Dahulu yang diterima hanya 5,5 kg, ini akibat dari sistem bagi rata yang kala itu kerap dilakukan aparat desa," ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kemensos Andi ZA Dulung, pada acara peluncuran BPNT dan BPNTD di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 26 November 2018.

Pada acara tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Kota Kupang, Kepala Dinas Provinsi Kota Kupang, Direktur Cabang BRI Kota Kupang, OJK Provinsi Kota Kupang, Bulog Kota Kupang, Bank Indonesia Kota Kupang, peserta dari KPM Kelurahan Alak, Korteks, serta anggota PKH.



Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)

Menurut Dirjen PFM, Kemensos terus mengadakan perubahan dalam program bantuan. Misalnya,dahulu program bantuan mencakup minyak dan gula. Bantuan tersebut akhirnya disetop karena hanya bisa dinikmati oleh masyarakat di kota besar seperti Jakarta.



"Sekarang, bantuan sosial hanya telur dan beras. Semua orang pasti menikmati manfaat dari bahan pangan telur dan beras," kata Dirjen PFM.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id