Sejumlah jurnalis unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Cindy)
Sejumlah jurnalis unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Cindy)

AJI Tuntut Kesejahteraan Jurnalis

Nasional hari buruh
Cindy • 01 Mei 2019 10:51
Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat. Mereka menuntut kesejahteraan jurnalis di Indonesia.
 
"Sebagai solidaritas internasional, buruh-buruh melakukan aksi demo. Kita menyoroti kesejahteraan terhadap jurnalis sebagai salah satu buruh media," kata Ketua AJI Indonesia Abdul Manan, Rabu, 01 Mei 2019.
 
Pantauan Medcom.id, puluhan jurnalis berkumpul sekitar pukul 09.00 WIB berpakaian serba hitam, bertopeng putih, dan membawa poster tuntutan pers dan bendera AJI Jakarta. Mereka berjalan kaki dari Gedung Dewan Pers menuju Istana Negara dalam aksi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menuntut kesejahteraan, mereka juga meminta keselamatan jurnalis diutamakan. Jurnalis kerap mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat melakukan peliputan.
 
Menurut Abdul, perusahaan media tak memberikan asuransi dan BPJS ketenagakerjaan terhadap wartawan kontributor. Bahkan banyak yang belum berstatus pegawai tetap.
 
Baca juga:Peringatan Hari Buruh Diisi Bakti Sosial dan Hiburan
 
"Wartawan yang bekerja sebagai kontributor tak diberikan jaminan keselamatan saat bekerja. Upahnya juga dibawah standar karena pembayaran sesuai jumlah berita yang dibuat," ucap Abdul.
 
Selain menyoroti kesejahteraan dan keselamatan jurnalis, tuntutan lain yang juga diutarakan adalah fasilitas ruang laktasi di perusahaan media serta menghentikan kekerasan terhadap jurnalis.
 
Aksi jurnalis juga diikuti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pers, AJI Jakarta, Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI), Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Serikat Pekerja Lintas Media Jakarta, Forum Pers Mahasiswa Jabodetabek (FPMJ), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara Ekonomi, LPM Gerakan Mahasiswa Almamater Pancasila (GEMA ALPAS), UKM Jurnalistik Media Komunikasi Nusantara (MATA).
 
Menurut data statistik Bidang Advokasi AJI Indonesia, setidaknya ada 64 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Peristiwa yang dikategorikan sebagai kekerasan itu meliputi pengusiran, kekerasan fisik, hingga pemidanaan terkait karya jurnalistik. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2017 sebanyak 60 kasus.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif