Pikap Pengangkut Santri Diuji KIR
Pikap pembawa santri diuji KIR Dinas Perhubungan kota Tangerang, Selasa 27 November 2018.
Tangerang: Unit Pelayanan Teknis kantor KIR kota Tangerang memeriksa Kijang pikap pengangkut puluhan santri yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Fly Over Pinang, kota Tangerang pada Minggu 25 November 2018 kemarin. Atas peristiwa itu tiga santri dari Miftahul Huda tewas.

“Kami meminta bantuan UPT KIR Dinas Perhubungan kota Tangerang untuk pemeriksaan kelaikan kendaraan, ada 4 orang yang memeriksa dan hasilnya baru akan disampaikan seminggu lagi,” kata Kanit kecelakaan lalu lintas Polres Metro Tangerang kota, AKP Isa Ansori Selasa, 27 November 2018.  

Menurut Isra kendaraan bak terbuka rakitan tahun 1992 warna merah itu, diperiksa kelaikan kendaraannya oleh UPT KIR kota Tangerang.  Adapun pemeriksaan itu, meliputi uji kelaikan kendaraan seperti rem, ban, dan lain-lainnya. 


“Kita lihat juga pengujian rutin berkalanya,” kata Isa.

Baca: Tiga Santri Tewas Akibat Kecelakaan di Tangerang

Berdasarkan peruntukkannya, kendaraan pikap adalah kendaraan angkutan barang bukan orang. Pemeriksaan KIR kendaraan ini, tentunya, lanjut Isa, berkaitan dengan proses penyidikan yang dilakukan kepolisian. 

“Untuk mengetahui penyebab kecelakaan dari sisi kendaraanya. Kalau Satuan lalu lintas hanya melakukan penyidikan dengan memeriksa saksi saksi, TKP dan lain-lainnya,” ucap dia. 

Belum Ada Tersangka 

Polres Metro Tangerang kota belum menetapkan tersangka, dalam kasus kecelakaan tunggal Pikap yang dikemudikan RFA,18 itu. Hingga saat ini polisi masih menunggu RFA sadar untuk dimintai keterangan. 

Kapolres Metro Tangerang kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, keterangan tim medis RS Sari Asih Ciledug, RFA mengalami luka cukup berat sehingga masih memerlukan perawatan intensif dan waktu beristirahat. 


Dok Polisi : Kapolres Metro Tangerang jenguk RFA,18 pengemudi Kijang Pikap, di RS Sari Asih Ciledug, Selasa 27 November 2018.

Dia juga meyakinkan bahwa jajarannya, fokus kepada penanganan korban jiwa dan luka akibat insiden kecelakaan di Jalan Boulevard Green Lake, Cipondoh. 

"Kami fokus ke arah kemanusiannya dulu, untuk menyelematkan korban yang luka. Dari polisi ini yang pertama mengedepankan humanis, menyelamatkan korban yang dalam kondisi luka," katanya.

Meski begitu, dia memastikan petugasnya di lapangan sedang bekerja, untuk menuntaskan kecelakaan tersebut. 

“Penyidik telah menjalankan prosedur penyelidikan dari beberapa saksi di lapangan. Pemeriksaan saksi-saksi semua sudah kita laksanakan, hanya tinggal satu memeriksa saksi kunci yaitu sopir RFA, karena masih belum stabil masih penanganan dokter," ucap dia.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id