Konsumen Diminta Cerdas Membeli Produk
Ilustrasi: Calon konsumen berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Antara/R Rekotomo.
Jakarta: Kepala Bagian Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan Muhammad Yusuf meminta masyarakat cerdas dalam membeli produk. Sikap hati-hati juga bisa mencegah mereka dieksploitasi. 

"Kita ada program untuk konsumen agar cerdas membeli produk," kata Yusuf di Ruang Flamboyan, Hotel Alia Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.

Menurut dia, kondisi perlindungan konsumen Indonesia masih tergolong sangat rendah. Untuk itu, ia menyebut ada beberapa kiat untuk konsumen cerdas. 


"Pertama, tegakkan hak dan kewajiban konsumen," jelas dia.

Konsumen, kata dia, meliputi mendapatkan barang aman, memilih sendiri, mendapatkan informasi yang benar, didengar keluhannya, mendapat advokasi, hingga penyelesaian sengketa. Mereka juga berhak mendapat edukasi, mendapat pelayanan baik dan tidak diskriminasi, mendapat kompensasi atau ganti rugi. 

Di sisi kewajiban, konsumen harus mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian barang. Mereka juga harus beritikad baik dalam transaksi, membayar sesuai nilai tukar yang disepakati, dan mengikuti upaya penyelesaian sengketa secara patut. 

"Kiat kedua, konsumen harus teliti sebelum membeli. Minimal secara kasat mata mengetahui keadaan barang atau jasa itu. Jika kurang jelas, bertanya kepada pelaku usaha," ujar dia.

Ketiga, lanjut Yusuf, konsumen harus memperhatikan label dan manual garansi berbahasa Indonesia. Hal itu diatur dalam Permendag 19/M-DAG/PER/5/2009 yang mengatur 45 produk elektronik dan telematika wajib manual garansi bahasa Indonesia. 

Baca: Mempermudah Konsumen Lewat Komunikasi Satu Akses

Selain itu, konsumen harus memastikan produk memiliki standar nasional Indonesia (SNI). "Saat ini terdapat 118 produk SNI wajib dan sekitar 7.000 SNI sukarela," jelas Yusuf.

Konsumen juga perlu jeli dalam melihat kondisi produk yang dibeli. Produk yang rusak harus dihindari. 

"Jika konsumen menemukan kaleng sarden penyok. Jangan dibeli karena itu rusak. Begitu juga dengan beras, hati-hati dalam pembelian beras," tambah dia. 





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id