Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Dok. Metro TV
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Dok. Metro TV

Tempat Wisata Di Sulawesi Selatan Belum Didukung Akses Memadai

Nasional pariwisata indonesia Media Group Konvergensi MGN Media Group News Summit Indonesia 2021
Kautsar Widya Prabowo • 28 Januari 2021 20:58
Jakarta: Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menyebut belum semua destinasi wisata di daerahnya didukung akses yang memadai. Hal itu menyebabkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara rendah.
 
Nurdin mencatat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulsel sebanyak 17 ribu orang. Sedangkan, wisawatan mancanegara yang masuk Indonesia sebanyak 16 juta orang.
 
"Jujur kita punya destinasi yang sangat luar biasa, tetapi akses yang menjadi problem kita. Coba misalnya Taman Nasional Taka Bonerate, kalau ada jetfoil dari Makassar ke Taka Bonerate mungkin (wisatawan) sangat padat," ujar Nurdin dalam acara Media Group News (MGN) Summit Indonesia 2021 dengan tema 'Wonderful Indonesia: Reviving The Tourism Industry', di Grand Studio Metro TV, Jakarta Barat, Kamis, 28 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akses yang kurang memadai juga terjadi di destinasi wisata Pulau Pasir Putih. Dia meyakini destinasi itu akan banyak dikunjungi wisatawan bila menghadirkan transportasi air yang nyaman dan merenovasi dermaga.
 
Baca: Tarik Wisatawan, Sulawesi Selatan Suguhkan Wisata Alam Hingga Budaya
 
Moda transportasi yang memadai juga perlu diterapakan di destinasi wisata Danau Matano. Sebab, wisatawan selama ini membutuhkan waktu kurang lebih 18 jam untuk menuju objek wisata tersebut.
 
Nurdin menilai pembangunan bandara di sekitar lokasi wisata bisa memecahkan masalah tersebut. Dia coba menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta yang memiliki bandara pribadi di sekitar Danau Matano.
 
"Kita lagi dalam proses negosiasi bagaimana bandara bisa dikelola, diserahkan ke provinsi kita jadikan bandara reguler. Sehingga dapat dimanfaatkan pesawat reguler," jelasnya.
 
Nurdin berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membantu menyelesaikan permasalahan infrastruktur di sejumlah area wisata. Pemerintah diminta tidak melulu fokus mengembangkan program lima destinasi prioritas. Sebab, daerah di luar program itu juga membutuhkan perhatian pemerintah pusat.
 
"Kalau kita kolaborasi, kita bangun sinergi bersama, saya kira Mas Menteri (Sandiaga Uno) enggak usah lihat lima destinasi (prioritas). Coba kita lihat daerah-daerah yang sama-sama (perlu) kita dorong (wisatanya)," jelasnya.

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif