Tokoh muda Puan Maharani (kiri), Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kiri), Ilham Habibie (kedua kanan) serta Yenny Wahid (kanan) menjadi pembicara pada diskusi sarasehan nasional yang diselenggarakan ICMI di Jakarta, Senin (21/5). (Foto: Antara/Wahyu Putro A
Tokoh muda Puan Maharani (kiri), Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kiri), Ilham Habibie (kedua kanan) serta Yenny Wahid (kanan) menjadi pembicara pada diskusi sarasehan nasional yang diselenggarakan ICMI di Jakarta, Senin (21/5). (Foto: Antara/Wahyu Putro A

ICMI Gelar Refleksi 20 Tahun Reformasi

Muhammad Al Hasan • 22 Mei 2018 07:56
Jakarta: Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar saresehan refleksi 20 tahun reformasi. Acara yang dibuka Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie itu dihadiri juga oleh Presiden RI kedua BJ Habibie, juga para anak mantan Presiden RI seperti Puan Maharani, Yenny Wahid, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Ilham Akbar Habibie.
 
Dalam kesempatan itu, Habibie memaparkan makna semangat reformasi, yakni perubahan kualitas sumber daya manusia.
 
"Reformasi kita sudah jalan sesuai rencana tapi  sasaranya masih jauh. Yang kita sasar ini adalah peradaban Indonesia dimana sumber daya manusia di Indonesia benar-benar bisa kita andalkan, berkualitas tinggi, serta perilaku yang sesuai dengan kebudayaan," ujar Habibie di Hotel Sahid, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Baca juga: BJ Habibie: Reformasi tak Berhenti Sampai Mati
 
Politisi PDIP sekaligus Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyatakan Pancasila harus dijadikan dasar sebagai fundamental reformasi. Ia mengenang dalam kedudukannya sebagai saksi sejarah terjadinya reformasi pada 1998. Menurut Puan awal mula reformasi diperlihatkan dari riaknya pada tahun 1996.
 
"1996 itu waktu-waktu menjelang reformasi karena rakyat mulai berani mengeluarkan suaranya," ungkap Puan.
 
Sementara AHY menilai reformasi saat ini sudah berjalan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan militer yang sudah tak lagi dwifungsi.
 
"Secara umum reformasi TNI berjalan dengan baik. Parameter TNI melepaskan fungsi sospol, lepas dari politik praktis. TNI hari ini netral dan imparsial," kata Agus.
 
Baca juga: Jokowi Diminta Wujudkan Cita-cita Reformasi
 
Usai itu, giliran Yenny Wahid yang terkesan menengahi adu unggul retorika di antara kawan-kawan sesama anak presiden itu. Ia bilang prestasi reformasi kini sudah baik, namun banyak yang harus dibenahi. 
 
"Pencapaian reformasi adalah kontribusi dari pemimpin yang sebelumnya. Salah kebijakan wajar, sebab pemimpin juga adalah manusia," kata Yenny.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HUS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>