Suasana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Senin, 24 Desember 2018. Medcom.id/Cindy.
Suasana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Senin, 24 Desember 2018. Medcom.id/Cindy.

Delapan Korban Tsunami Dirujuk ke RSUP Fatmawati

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Cindy • 24 Desember 2018 20:02
Jakarta: Sebanyak delapan korban luka bencana tsunami di Pantai Anyer dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati. Delapan korban itu terdiri dari lima perempuan dan tiga laki-laki.
 
"Ada satu rujukan dari Rumah Sakit Krakatau dengan multiple trauma, sisanya enam orang sudah boleh pulang dan satu lagi masih di IGD," kata Kepala Humas RSUP Fatmawati Atom Kadam di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin, 24 Desember 2018.
 
Baca: 198 Korban Tewas akibat Tsunami Teridentifikasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak enam korban yang telah diizinkan pulang mengalami luka ringan. Para pasien itu diantar sendiri oleh keluarga masing-masing.
 
Sedangkan satu korban masih berada di IGD. Pihak rumah sakit sedang mengobservasi untuk melihat luka yang dialami korban ini.
 
Sementara itu, korban rujukan dari RS Krakatau bernama Rita Nunung Tri Kusyati, 52, masih dirawat di RSUP Fatmawati. Rita mengalami patah tulang hidung, lengan, dan tulang ekor.
 
Rita sejatinya bakal dioperasi hari ini. Tapi, operasinya harus ditunda karena minimnya tenaga medis yang bekerja karena libur Natal dan Tahun Baru.
 
Baca: Petaka Usai Makan Malam
 
Selain korban luka, RSUP Fatmawati juga menampung 24 korban meninggal tsunami di Selat Sunda. Seluruh korban meninggal itu merupakan keluarga besar pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sedang berlibur di Tanjung Lesung.
 
Mayoritas korban meninggal itu berdomisili di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Seluruh jenazah pun telah dibawa keluarga untuk disemayamkan.
 
Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Hingga pukul 07.00 WIB, 23 Desember, sebanyak 281 orang tercatat meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang, dan 11.687 orang mengungsi.
 
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di lima kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif