Jakarta: Sebanyak 198 jenazah korban tsunami perairan Selat Sunda teridentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencatat korban merupakan warga beberapa kecamatan di Banten.
"Mengidentifikasi 198 jenazah dari 7 lokasi," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
Baca: BMKG Diminta Jadi Pusat Koordinasi Deteksi Bencana
Tim DVI mengidentifikasi delapan jenazah yang ditemukan di Kecamatan Cinangka. Sebanyak 66 dari 67 jenazah yang ditemukan di Kecamatan Carita juga sudah dikenlai. Di Tanjung Lesung, tim mengidentifikasi 34 dari 56 korban.
Sebanyak 13 dari 22 jenazah yang dibawa ke RSDP Serang juga telah teridentifikasi. Di RSUD Berkah Pandeglang, tim berhasil mengidentifikasi 66 dari 82 orang yang ditemukan.
"Untuk Kecamatan Sangyang ada 1 jenazah, tapi belum teridentifikasi," ucap dia.
Baca: BMKG: Tsunami Disebabkan Longsoran Anak Krakatau
Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga pukul 07.00 WIB, 281 orang tercatat meninggal, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang, dan 11.687 orang mengungsi.
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
Jakarta: Sebanyak 198 jenazah korban tsunami perairan Selat Sunda teridentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencatat korban merupakan warga beberapa kecamatan di Banten.
"Mengidentifikasi 198 jenazah dari 7 lokasi," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
Baca: BMKG Diminta Jadi Pusat Koordinasi Deteksi Bencana
Tim DVI mengidentifikasi delapan jenazah yang ditemukan di Kecamatan Cinangka. Sebanyak 66 dari 67 jenazah yang ditemukan di Kecamatan Carita juga sudah dikenlai. Di Tanjung Lesung, tim mengidentifikasi 34 dari 56 korban.
Sebanyak 13 dari 22 jenazah yang dibawa ke RSDP Serang juga telah teridentifikasi. Di RSUD Berkah Pandeglang, tim berhasil mengidentifikasi 66 dari 82 orang yang ditemukan.
"Untuk Kecamatan Sangyang ada 1 jenazah, tapi belum teridentifikasi," ucap dia.
Baca: BMKG: Tsunami Disebabkan Longsoran Anak Krakatau
Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga pukul 07.00 WIB, 281 orang tercatat meninggal, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang, dan 11.687 orang mengungsi.
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)