Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Riset LIPI Fokus pada Minimalisasi Korban Bencana

Nasional Mitigasi Bencana Tsunami di Selat Sunda
Kautsar Widya Prabowo • 02 Januari 2019 13:01
Jakarta:Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui riset dan penelitiannya siap berkontribusi meminimalisasi jatuhnya korban saat bencana alam terjadi di Indonesia. Terlebih sepanjang 2018, Indonesia telah ditempa bencana sebanyak 1.245 kali.
 
Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menjelaskan, kontribusi yang dilakukan LIPI salah satunya dengan membuat riset mitigasi bencana. Hasilnya diberikan kepada lembaga yang berwenang menangani mitigasi bencana.
 
"BMKG melakukan observasi dan analisa di setiap harinya, kalau LIPI melakukan riset di ujungnya, analisa BMKG dipakai basis mitigasi, untuk melakukan mitigasi diperlukan simulasi,nahitu yang diperlukan riset," ujar Handoko dalam diskusi Pengurangan Risiko Bencana Melalui Teknologi dan Pendidikan Siaga Bencana, di Kantor Pusat, LIPI, Jakarta, Rabu, 2 Januari, 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:IPB Beri Beasiswa Korban Tsunami Selat Sunda
 
Dalam hasil riset yang dilakukan peneliti LIPI, mitigasi bencana dapat dilakukan dengan alat peringatan dini bencana berbasis sensor dengan fiber optik. Hal tersebut dapat diterapkan dalam menanggulangi bencana tanah longsor dan tsunami.
 
Menurut Handoko, alat peringatan dini LIPI dinilai lebih baik dari Bouy. Dimana Bouy sudah tidak lagi berfungsi, lantaran adanya kerusakan hingga hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
 
"Kabel fiber optik bawah laut bisa dikasih sensor, tidak rentan gangguan, sehingga bisa memitigasi bencana dan berpotensi mengurangi munculnya banyak korban," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, pihaknya menginginkan semua pihak yang memiliki kepentingan dalam mitigasi bencana untuk bekerja sama. "Perlu lebih solid semua instansi yang punya kepakaran, makin banyak yang terlibat makin bagus, supaya prediksinya tepat,"pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi