Jakarta: Di tengah dominasi jemaah lanjut usia dalam antrean ibadah haji, kisah seorang remaja asal Pontianak mencuri perhatian publik.
Pada musim haji 2026, seorang pelajar berusia 13 tahun tercatat sebagai calon jemaah haji (calhaj) termuda di Indonesia.
Ia adalah Aila Afifah (13), siswi kelas VI SD asal Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Aila dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada awal Mei bersama ayah dan bibinya.
Berangkat haji gantikan sosok ibu
Keberangkatan Aila bukan tanpa alasan. Ia menggantikan posisi ibundanya yang telah meninggal dunia.
Niat sederhana namun menyentuh menjadi motivasi utamanya menunaikan ibadah haji di usia muda.
"Senang bisa doakan ibu di sana," ujar Aila saat mengikuti manasik haji terintegrasi di Aula Masjid Raya Mujahidin, dikutip dari HIMPUH, Rabu, 15 April 2026.
Aila menjadi bagian dari total 1.508 calhaj asal Pontianak yang dijadwalkan berangkat pada Mei 2026. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut lonjakan jumlah jemaah sebagai hal yang patut diapresiasi.
"Ini luar biasa. Tahun ini mencapai 1.508 jemaah, bahkan perempuan lebih banyak dari laki-laki," kata Edi.
Dari total tersebut, sebanyak 843 jemaah merupakan perempuan dan 665 laki-laki. Jemaah tertua tercatat berusia 83 tahun, sementara Aila menjadi yang termuda dengan usia 13 tahun.
Edi mengingatkan seluruh jemaah untuk mempersiapkan diri secara optimal, mengingat ibadah haji merupakan rangkaian panjang yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima.
"Ini proses panjang, puncaknya nanti saat wukuf di Arafah. Harus optimis, jaga kesehatan, dan mental yang kuat," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesempatan berhaji tidak datang kepada semua orang, sehingga para jemaah diminta memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Jakarta: Di tengah dominasi jemaah lanjut usia dalam antrean ibadah
haji, kisah seorang remaja asal Pontianak mencuri perhatian publik.
Pada musim haji 2026, seorang pelajar berusia 13 tahun tercatat sebagai calon jemaah haji (calhaj) termuda di Indonesia.
Ia adalah Aila Afifah (13), siswi kelas VI SD asal Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Aila dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada awal Mei bersama ayah dan bibinya.
Berangkat haji gantikan sosok ibu
Keberangkatan Aila bukan tanpa alasan. Ia menggantikan posisi ibundanya yang telah meninggal dunia.
Niat sederhana namun menyentuh menjadi motivasi utamanya menunaikan ibadah haji di usia muda.
"Senang bisa doakan ibu di sana," ujar Aila saat mengikuti manasik haji terintegrasi di Aula Masjid Raya Mujahidin, dikutip dari HIMPUH, Rabu, 15 April 2026.
Aila menjadi bagian dari total 1.508 calhaj asal Pontianak yang dijadwalkan berangkat pada Mei 2026. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut lonjakan jumlah jemaah sebagai hal yang patut diapresiasi.
"Ini luar biasa. Tahun ini mencapai 1.508 jemaah, bahkan perempuan lebih banyak dari laki-laki," kata Edi.
Dari total tersebut, sebanyak 843 jemaah merupakan perempuan dan 665 laki-laki. Jemaah tertua tercatat berusia 83 tahun, sementara Aila menjadi yang termuda dengan usia 13 tahun.
Edi mengingatkan seluruh jemaah untuk mempersiapkan diri secara optimal, mengingat ibadah haji merupakan rangkaian panjang yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima.
"Ini proses panjang, puncaknya nanti saat wukuf di Arafah. Harus optimis, jaga kesehatan, dan mental yang kuat," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesempatan berhaji tidak datang kepada semua orang, sehingga para jemaah diminta memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)