Jakarta: Hingga kini sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam laporan terbaru BNPB, kebakaran terjadi hampir di seluruh pulau terbesar Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.
Bencana alam yang dialami Indonesia tidak hanya karhutla, beberapa wilayah lain di Indonesia mengalami banjir, erupsi gunung api, dan juga gempa. Dilansir dari laman BNPB pada Kamis, 10 September 2026, Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi merangkum kejadian bencana dalam periode 24 jam, 9-10 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Baca Juga :
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, BNPB Cek Kesiapan Warga Banten Hadapi Tsunami
1. Kebakaran Lahan di Sulawesi
Kebakaran lahan terjadi di Desa Marobea, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 8 September pukul 12.45 WITA. Luas lahan yang terdampak sekitar 2,7 hektar.
Menurut laporan, kondisi lahan yang kering membuat api sempat sulit ditangani karena sumber air yang terbatas, ditambah cuaca dan angin yang mempercepat penyebaran api. Hal tersebut membuat api dapat dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kebakaran lahan yang terjadi pada Selasa, 8 September 2026 dan telah menghanguskan sekitar 10 hektar lahan. Dilaporkan ingga Rabu, 9 september 2026, api masih belum padam karena petugas menghadapi kendala angin kencang, sementara tim terus berupaya mencegah api merambat ke permukiman.
2. Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur
Kebakaran terjadi di sisi timur wilayah Cikasur, Gunung Argopuro, pada Selasa, 8 September 2026 dengan luas terdampak sekitar 7 hektar. Area kebakaran in i berdekatan dengan perbatasan empat kabupaten, diantaranya Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Jember.
Untuk memadamkan karhutla, sebanyak 29 personel gabungan melakukan pemadaman secara manual. diinformasikan kebakaran dapat dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026. Setelah api berhasil dipadamkan, tim masih melakukan penyisiran ulang untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Selain itu, juga terjadi kebakaran rumpun bambu pada Selasa, 8 September 2026 di Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Pemadaman segera dilakukan dengan cara pembasahan, manual (gepyok), dan membuat sekat bakar (ilaran). Dilaporkan api berhasil dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026.
Tidak ada korban jiwa, namun kerugian lahan yang terdampak sekitar 2 hektar. Sejauh ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
3. Kebakaran Lahan di Jawa Tengah
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Gajah Mungkur, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 8 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Dilaporkan kebakaran lahan ini meluas hingga wilayah Kedungsono sehingga luas lahan yang terdampak sekitar 18 hektar. Tidak ditemukan korban jiwa, namun hingga kini penanganan masih dalam pemantauan, dengan titik api masih terdapat di wilayah Kedungsono.
Baca Juga :
Gunung Api Indonesia Kembali Aktif Bersamaan, 5 di Antaranya Berstatus Siaga
4. Kebakaran Lahan di Jawa Barat
Kebakaran juga muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Blok Cileutik, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Senin, 7 September 2026. Area terdampak diperkirakan mencapai 40 hektar, sementara tim gabungan menggunakan jetshooter dan metode manual untuk melakukan pemadaman.
Dilaporkan hingga Rabu, 9 September 2026, titik api sudah tidak terlihat sekitar pukul 20.00 WIB. Meski begitu, tim masih melakukan penyekatan dan pendinginan karena proses tersebut diperlukan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
5. Kebakaran Hutan dan Lahan di Bangka Belitung
Kebakaran terjadi di di Kecamatan Koba, Kelurahan Simpang Perlang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada 31 Agustus pukul 11.20 WIB. Proses pemadaman dilakukan dengan 1 unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter, bersama petugas gabungan.
Pemadaman sempat terkendala karena angin kencang, sehingga api dapat dipadamkan pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 12.50 WIB. Korban jiwa masih dalam proses pendataan, sedangkan kerugian berupa 1 hektar lahan dan 1 unit rumah terbakar.
6. Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat
Kebakaran terjadi di Dusun Engkalong, Desa Nyamun, Kecamatan Kuala Bahe, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan barat pada Rabu, 9 September 2026 pukul 10.40 WIB. Kebakaran bermula dari lahan kosong milik warga yang belum diketahui penyebabnya, kemudian menyebar ke lahan karet milik warga lain.
Pemadaman segera dilakukan, namun mengalami kendala karena akses air yang jauh dari lokasi kebakaran dan akses lokasi yang sulit untuk ditempuh mobilisasi peralatan. Namun dilaporkan api berhasil dipadamkan dan masih dalam pemantauan. Kebakaran ini membuat kerugian material 6 hektar kawasan hutan dan tanaman karet.
7. Banjir di Sumatera Utara
Sementara itu, banjir akibat kiriman debit air dari wilayah hulu terjadi di Desa Tanjung Rejo, Deli Serdang. Air sempat mencapai ketinggian 15–55 cm dan hingga Rabu, 9 September 2026, yang membuat sebagian wilayah masih tergenang 5–30 cm.
Dilaporkan 165 KK dan 733 jiwa terdampak banjir dengan kerugian sekitar 165 unit rumah. BNPB mengingatkan genangan berpotensi kembali meningkat jika pasang laut terjadi bersamaan dengan kiriman air dari hulu. BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat air selama musim kemarau dan menyiapkan sumber air alternatif. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jakarta: Hingga kini sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam laporan terbaru BNPB, kebakaran terjadi hampir di seluruh pulau terbesar Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.
Bencana alam yang dialami Indonesia tidak hanya karhutla, beberapa wilayah lain di Indonesia mengalami banjir, erupsi gunung api, dan juga gempa. Dilansir dari laman
BNPB pada Kamis, 10 September 2026, Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi merangkum kejadian bencana dalam periode 24 jam, 9-10 September 2026 pukul 07.00 WIB.
1. Kebakaran Lahan di Sulawesi
Kebakaran lahan terjadi di Desa Marobea, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 8 September pukul 12.45 WITA. Luas lahan yang terdampak sekitar 2,7 hektar.
Menurut laporan, kondisi lahan yang kering membuat api sempat sulit ditangani karena sumber air yang terbatas, ditambah cuaca dan angin yang mempercepat penyebaran api. Hal tersebut membuat api dapat dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kebakaran lahan yang terjadi pada Selasa, 8 September 2026 dan telah menghanguskan sekitar 10 hektar lahan. Dilaporkan ingga Rabu, 9 september 2026, api masih belum padam karena petugas menghadapi kendala angin kencang, sementara tim terus berupaya mencegah api merambat ke permukiman.
2. Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur
Kebakaran terjadi di sisi timur wilayah Cikasur, Gunung Argopuro, pada Selasa, 8 September 2026 dengan luas terdampak sekitar 7 hektar. Area kebakaran in i berdekatan dengan perbatasan empat kabupaten, diantaranya Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, dan Jember.
Untuk memadamkan karhutla, sebanyak 29 personel gabungan melakukan pemadaman secara manual. diinformasikan kebakaran dapat dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026. Setelah api berhasil dipadamkan, tim masih melakukan penyisiran ulang untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Selain itu, juga terjadi kebakaran rumpun bambu pada Selasa, 8 September 2026 di Desa Jeruk, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Pemadaman segera dilakukan dengan cara pembasahan, manual (gepyok), dan membuat sekat bakar (ilaran). Dilaporkan api berhasil dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026.
Tidak ada korban jiwa, namun kerugian lahan yang terdampak sekitar 2 hektar. Sejauh ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
3. Kebakaran Lahan di Jawa Tengah
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Gajah Mungkur, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 8 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Dilaporkan kebakaran lahan ini meluas hingga wilayah Kedungsono sehingga luas lahan yang terdampak sekitar 18 hektar. Tidak ditemukan korban jiwa, namun hingga kini penanganan masih dalam pemantauan, dengan titik api masih terdapat di wilayah Kedungsono.
4. Kebakaran Lahan di Jawa Barat
Kebakaran juga muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Blok Cileutik, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Senin, 7 September 2026. Area terdampak diperkirakan mencapai 40 hektar, sementara tim gabungan menggunakan jetshooter dan metode manual untuk melakukan pemadaman.
Dilaporkan hingga Rabu, 9 September 2026, titik api sudah tidak terlihat sekitar pukul 20.00 WIB. Meski begitu, tim masih melakukan penyekatan dan pendinginan karena proses tersebut diperlukan untuk memastikan api tidak kembali muncul.
5. Kebakaran Hutan dan Lahan di Bangka Belitung
Kebakaran terjadi di di Kecamatan Koba, Kelurahan Simpang Perlang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada 31 Agustus pukul 11.20 WIB. Proses pemadaman dilakukan dengan 1 unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter, bersama petugas gabungan.
Pemadaman sempat terkendala karena angin kencang, sehingga api dapat dipadamkan pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 12.50 WIB. Korban jiwa masih dalam proses pendataan, sedangkan kerugian berupa 1 hektar lahan dan 1 unit rumah terbakar.
6. Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat
Kebakaran terjadi di Dusun Engkalong, Desa Nyamun, Kecamatan Kuala Bahe, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan barat pada Rabu, 9 September 2026 pukul 10.40 WIB. Kebakaran bermula dari lahan kosong milik warga yang belum diketahui penyebabnya, kemudian menyebar ke lahan karet milik warga lain.
Pemadaman segera dilakukan, namun mengalami kendala karena akses air yang jauh dari lokasi kebakaran dan akses lokasi yang sulit untuk ditempuh mobilisasi peralatan. Namun dilaporkan api berhasil dipadamkan dan masih dalam pemantauan. Kebakaran ini membuat kerugian material 6 hektar kawasan hutan dan tanaman karet.
7. Banjir di Sumatera Utara
Sementara itu, banjir akibat kiriman debit air dari wilayah hulu terjadi di Desa Tanjung Rejo, Deli Serdang. Air sempat mencapai ketinggian 15–55 cm dan hingga Rabu, 9 September 2026, yang membuat sebagian wilayah masih tergenang 5–30 cm.
Dilaporkan 165 KK dan 733 jiwa terdampak banjir dengan kerugian sekitar 165 unit rumah. BNPB mengingatkan genangan berpotensi kembali meningkat jika pasang laut terjadi bersamaan dengan kiriman air dari hulu. BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat air selama musim kemarau dan menyiapkan sumber air alternatif.
(Wisa Irena Br Sitepu)
(ANN)