Mendorong Togean jadi Prioritas Pariwisata
Togean International Oceanic Festival di Lestari Cottage, Pulau Malenge, Kabupaten Tojo Una-una, Togean, Sulawesi Tengah, Kamis, 9 Agustus 2018. Foto: Medcom.id/Renatha Swasty.
Togean: Keindahan Taman Nasional Kepulauan Togean, di Sulawesi Tengah tak cukup membikin wilayah itu jadi salah satu prioritas kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Perlu upaya lebih keras supaya Togean lebih berkembang dan banyak dikenal.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana mengungkap, pada 2011 Togean pernah menjadi prioritas. Tapi, saat Presiden Joko Widodo menetapkan 10 kawasan prioritas lewat Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016, Togean tak masuk dalam daftar.

Gede menjelaskan, tidak masuknya Togean dalam 10 prioritas bukan lantaran kalah indah dengan yang lain. Tapi, pemerintah pusat punya penilaian sendiri berdasarkan atraksi, amenitas, dan akses (3A).


Dia menyebut, untuk masuk dalam 10 KSPN tempat wisata harus memenuhi ketiganya. Di Togean, kata dia, masalah atraksi tidak ada masalah. 

"Hanya saja kita belum promosi belum packing perjalanan orang dari Manado, Bali, Palu belum (masuk) ke sini," kata Gede, Jumat, 10 Agustus 2018.

Baca: Togean Tarik Wisatawan Lewat Festival Atas Laut

Sementara amenitas atau akomodasi yang ada selama wisatawan berada di pulau sudah tersedia. Di Togean, banyak cottage tersedia untuk wisatawan. Akan lebih baik bila penginapan selalu tersedia sepanjang tahun. 

Sedang untuk akses, Togean juga masih memiliki kekurangan. Salah satunya akses bandara. 

Akses terdekat ke Togean yakni melalui Bandara Sis Al Jufri Palu dan dilanjutkan ke Bandara Tanjung Api Ampana. Gede menyebut belum dijadikannya Bandara Palu sebagai bandara internasional jadi salah satu kekurangan.

Untuk itu, dia mendorong pemda Kabupaten Tojo Una-una menjadikan bandara Palu berstandar internasional. Dengan demikian, bukan tidak mungkin, Togean bisa menjadi prioritas.

Menurut Gede, ketersediaan bandara bertaraf internasional sangat vital untuk menyokong perkembangan pariwisata.

"Manado bukan yang kita pilih (prioritas) tapi karena gubernur bersemangat ada penerbangan dari Cina ke Manado, kita ikut kontribusi. Banyuwangi baru berdiri saja sudah internasional bulan depan. Silangit Toba sudah internasional, Belitung belum siap semuanya tapi karena ingin sudah internasional. Jangan bilang jauh, Palu masih bisa kita usahakan untuk internasional," jelas Gede. 

Tak cuma itu, Kepulauan Togean masih sulit sinyal. Tercatat ada 80 desa yang belum ada sinyal.

Gede menyebut, di era milenial saat ini sinyal sangat penting. Utamanya bagi wisatawan yang ingin membagikan kegiatan mereka selama berlibur di Togean.

Dengan begitu, Togean makin bisa dikenal lagi. Dia berjanji masalah sinyal akan dibereskan.

Sementara Wakil Bupati Tojo Una-una Admin AS Lasimpala menyebut, pihaknya akan terus melakukan promosi Togean. Salah satunya lewat Togean International Oceanic Festival.

Dia juga berharap pemerintah daerah mendapat stimulan dari pemerintah pusat untuk mengembangkan daerah tersebut. Gede memastikan, pemerintah pusat bakal membantu. Asal, semua pihak mau bekerja sama. Sebab, pariwisata merupakan sebuah sistem. 

"Banyuwangi tidak termasuk 10 besar, tapi semangat bupatinya yang mempromosikan tempat wisata maka dalam satu tahun tidak kurang Rp25 miliar. Kalau Tojo Una-una bisa membuktikan saya enggak pikirkan untuk buang uang. Perahu bergerak tergantung nakhoda," pungkas Gede.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id