BNP2TKI dan KBRI Riyadh Bantu Pulangkan PMI Sakit dari Jeddah

M Studio 30 Mei 2018 15:43 WIB
bnp2tki
BNP2TKI dan KBRI Riyadh Bantu Pulangkan PMI Sakit dari Jeddah
Anies dan Fitri tiba di Indonesia pada Selasa, 29 Mei 2018, didampingi Pejabat Fungsi Konsuler KBRI Riyadh Agus Hidayatulloh, diserahterimakan kepada petugas BNP2TKI yang bertugas di Common Use Lounge Bandara Soekarno Hatta (Foto:Dok)
Jakarta: BNP2TKI dan KBRI Riyadh memfasilitasi kepulangan dua pekerja migran Indonesia (PMI) yang merupakan pasangan suami-istri bernama Anies Hambali dan Fitri Ariyanti, asal Jawa Timur. 

Kedua PMI itu meminta bantuan KBRI Riyadh untuk bisa pulang ke Indonesia karena Anies Hambali sakit, dan berencana berobat di Tanah Air.

Pada awalnya, kedua PMI tersebut sulit kembali ke Indonesia karena Kafil dari Anies Hambali, Dr Fadh, tidak mengizinkan Anies pulang karena masih memiliki tanggungan utang dari kerja sama bisnis katering untuk jemaah haji/umrah sebesar lebih dari SAR 100.000. Demikian juga dengan Kafil dari Fitri Ariyanti, yang bernama Muhammad Kassar, keberatan mengizinkan Fitri kembali ke Indonesia karena sulit untuk mendatangkan pekerja baru dari Indonesia.


Beruntung, upaya KBRI Riyadh untuk bernegosiasi dengan kedua Kafil tersebut membuahkan hasil. Dr Fadh tidak saja mengizinkan Anies kembali ke Indonesia, ia juga menurunkan tuntutan pembayaran utang dari semula SAR 100.000 menjadi SAR 60.000 yang akan dibayarkan setelah Anies kembali ke Indonesia, dan sembuh dari penyakitnya. 

Begitu pula, dengan Kafil Muhammad Kassar akhirnya mengizinkan Fitri pulang setelah diyakinkan bahwa Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi tengh berunding agar bisa mendatangkan pekerja Indonesia lainnya ke Arab Saudi.

Kedua PMI tersebut mendarat di Indonesia pada Selasa, 29 Mei 2018, pukul 18.00 WIB, didampingi Pejabat Fungsi Konsuler KBRI Riyadh Agus Hidayatulloh, dan diserahterimakan kepada petugas BNP2TKI yang bertugas di Common Use Lounge Bandara Soekarno Hatta, untuk kemudian difasilitasi kepulangannya hingga ke daerah asal di Jombang, Jawa Timur. Sebelum dipulangkan, Anies mendapatkan penanganan cuci darah di RS Polri, Kramat Jati, akibat penyakit diabetes dan hepatitis B yang dideritanya.

Kepala LP3TKI Surabaya, Ma’rub  menyampaikan bahwa hingga Rabu, 30 Mei 2018, Anies masih dalam penanganan kesehatan di RS Polri. 

"LP3TKI Surabaya sudah mempersiapkan mobil ambulans, dan berkoordinasi dengan RS Jemursari Surabaya untuk mempersiapkan kedatangan dan penanganan medis, juga pemulangan ke daerah asalnya di Jombang” ujar Ma’rub.



(ROS)