Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membeberkan penyebab perubahan magnitudo gempa di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari 7,5 menjadi 7,4. Perubahan itu bukan revisi melainkan update data.
“Dalam sistem informasi gempa dan tsunami, yang diprioritaskan adalah kecepatan, bukan akurasi,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 14 Desember 2021.
Dwikorita mengatakan informasi itu langsung disebar tiga menit usai kejadian. BMKG mengumpulkan data dan informasi awal yang cukup agar masyarakat bisa mengambil tindakan.
“Kalau nunggu akurat, di menit ke-30 dan (kalau terjadi) tsunami, sudah habis (diterjang),” papar dia.
Baca: Warga Pantai Flores Timur dan Lembata Diminta Waspadai Gempa Susulan
Dwikorita menyebut itu lah alasan BMKG mementingkan kecepatan informasi bencana bagi masyarakat. Sedangkan, akurasi informasi terus diperbarui secara berkala.
“Jadi bukan direvisi tapi di-update,” jelas dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan