Ilustrasi--Korban bencana tsunami di Desa Way Muli, Kecamatan Kalianda menjalani perawatan di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Senin (24/12/2104)--Antara/Ardiansyah.
Ilustrasi--Korban bencana tsunami di Desa Way Muli, Kecamatan Kalianda menjalani perawatan di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Senin (24/12/2104)--Antara/Ardiansyah.

Terombang-ambing, 29 Korban Tsunami Selamat

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Dian Ihsan Siregar • 24 Desember 2018 15:43
Jakarta: Polisi Air dan Udara (Polairud) menyelamatkan 29 orang yang terombang-ambing di perairan usai tsunami Selat Sunda menyapu pesisir pantai. Sebagian korban mengalami luka, baik ringan maupun berat.
 
"Satu orang luka berat dan 28 orang lainnya luka ringan. Semua itu diselamatkan di Banten dan Lampung. Yang menyelamatkan lima kapal dari Pol Air dengan kualifikasi type B," kata ‎Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
 
‎Evakuasi dilakukan di pulau dekat anak Gunung Krakatau. Hasil evakuasi, setidaknya ada 17 tim peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip) yang berhasil di evakuasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada 17 orang yang selamat dari Undip, satu dosen selamat, satu orang luka berat, dan lainnya luka ringan. Kita akan kerja terus, demi memperoleh hasil kerja yang maksimal," jelas dia.
 
Baca: Kebutuhan Korban Tsunami Dipastikan Segera Terpenuhi
 
Penyelematan difokuskan kepada korban yang ada di tengah laut dan di sekitar anak Gunung Krakatau. "Itu yang akan kita lakukan,‎" jelas dia.
 
‎Dedi mengaku, wilayah yang sulit ditembus pun akan dikerjakan polisi, demi proses evakuasi berjalan dengan baik. Karena, daerah yang sulit ditembus diperkirakan masih banyak orang yang terdampak musibah.
 
"Itu yang sulit ditembus daerah Ujung Kulon, Banten, karena terkendala jalan. Makanya proses evakuasinya lama. Kalau daerah Lampung bisa kita atasi, tak begitu parah. Daerahnya kalau enggak salah namanya Sumur, daerah itu dan sekitarnya yang belum tersentuh, masih banyak korban jiwa di sana," kata Dedi.
 
Gelombang tinggi dan tsunami melanda kawasan sekitar Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018. Bencana itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sebagian daerah Banten dan Lampung.
 
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin pukul 07.00 WIB musibah tersebut mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang mengalami luka-luka, 57 orang hilang. Sementara, 11.687 orang mengungsi di lima kabupaten yakni Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
 
Ribuan personel gabungan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, sejumlah kementerian lembaga, relawan dan masyarakat saat ini masih berusaha mengevakuasi dan mencari para korban.
 

 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif