Kemensos menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Bantuan Sosial Pangan Wilayah II Tahun 2019, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu, 6 April (Foto:Dok)
Kemensos menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Bantuan Sosial Pangan Wilayah II Tahun 2019, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu, 6 April (Foto:Dok)

Kemensos Jadikan 6T Indikator Sukses Penyaluran BPNT

Nasional Berita Kemensos
Rosa Anggreati • 07 April 2019 19:14
Jakarta: Guna memastikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tepat sasaran, Kementerian Sosial (Kemensos) menjadikan ketepatan penyaluran dengan kriteria 6T sebagai indikator utama.
 
Yang dimaksud 6T yaitu tepat sasaran, jumlah, waktu, kualitas, harga, dan administrasi. Tepat sasaran, yaitu siapa yang berhak untuk mendapatkan bantuan. Tepat jumlah, artinya tidak boleh dikurangi sedikit pun hak para KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
 
Harus juga dipastikan tepat mutu atau kualitas produk yakni beras dan telur. Lalu, harus tepat waktu, dalam hal ini bekerja sama dengan Himbara (Himpunan Bank Negara) yang di dalamnya ada BTN, BRI, Mandiri, serta BNI. Diharapkan dengan adanya bank negara itu dapat terselamatkan uang negara dari kebocoran pada proses penyalurannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sehubungan dengan hal itu, Kemensos menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Bantuan Sosial Pangan Wilayah II Tahun 2019, dengan tema Penyelesaian Permasalahan Penyaluran Bantuan Sosial Pangan Mendorong Suksesnya 6 Tepat (6T), di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu, 6 April 2019.
 
Acara dihadiri oleh 145 peserta undangan, yaitu Direktur Jendral PFM Andi ZA Dulung, Direktur PFM Wilayah II, Sesdirjen PFM, Inspektur Jenderal & Sekjen Kementerian Sosial, Kepala Bidang Fakir Miskin 3 Provinsi (Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta), Kepala Dinas Sosial, Korteks & Operator SIKS 28 kabupaten kota serta Pusdatin, Himbara, dan Polri.
 
Kemensos Jadikan 6T Indikator Sukses Penyaluran BPNT
Kemensos menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Bantuan Sosial Pangan Wilayah II Tahun 2019, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu, 6 April (Foto:Dok)
 
“Rakor ini kami laksanakan untuk meneliti permasalahan-permasalahan, sekaligus menyelesaikannya di tiga wilayah yang termasuk dalam area PFM wilayah II, yaitu Kalimantan Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Diharapkan, dalam diskusi ini akan ada solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada,” ujar Direktur PFM Wilayah II, I Wayan Wirawan, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 7 April 2019.
 
Rapat koordinasi tersebut diawali dengan sosialisasi pada management supply. Hal ini penting karena sukses tidaknya penyaluran BPNT di suatu tempat turut ditentukan oleh keberadaan supplier bahan pangan yang baik.
 
“Jika supplier baik, maka akan memberikan andil juga untuk bantuan pangan non-tunai yang baik. Yang dimaksud baik adalah ada kesesuaian antara kualitas dan harga,” kata Sesdirjen PFM MO Royani.
 
Kemensos Jadikan 6T Indikator Sukses Penyaluran BPNT
Dirjen PFM Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)
 
Royani lebih lanjut menjelaskan, ada supplier yang dikategorikan baik karena menjual produk berkualitas dan harga sesuai dengan harga pasar. Tetapi, masih ada juga supplier yang mengirimkan barang dengan kualitas dan harga tidak sesuai harga pasar.
 
Untuk itu, dalam kegiatan rakor pengendalian ini upaya dari Kementerian Sosial dapat menciptakan sebuah sistem dengan harapan seluruh supplier yang ada akan lebih bagus lagi.
 
“Lalu, peran Korteks untuk membantu penyaluran agar bantuan benar-benar tepat sasaran, sekaligus untuk melihat kinerja dari para supplier tersebut,” ucap Royani.
 
Kemensos Jadikan 6T Indikator Sukses Penyaluran BPNT
Rapat koordinasi diawali dengan sosialisasi management supplykarena sukses tidaknya penyaluran BPNT turut ditentukan keberadaan supplier bahan pangan yang baik (Foto:Dok)
 
Kemensos sebagai pelaksana BPNT dalam hal ini melakukan hal-hal yang bersifat perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, serta pelaporan atas terlaksananya program BPNT.
 
“Dalam monitoring dan evaluasi ini, kami melihat mana yang harus diperbaiki. Dan dalam hal ini, yaitu kondisi suplai yang harus sesuai antara kualitas dengan harga. Jangan sampai harga tersebut fluktuatif menjadi jauh lebih mahal pada saat musim paceklik,” katanya.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif