Menhan Sebut OPM Otak Penembakan di Nduga
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018). Foto: MI/Susanto
Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan pelaku penembakan terhadap 31 pekerja proyek jembatan di Nduga, Papua, adalah kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Aparat keamanan segera mengambil langkah tegas memburu kelompok ini.

"Oh iyalah, kalau begitu OPM. Masa orang biasa nembak-nembak. (Itu) OPM," kata Ryamizard di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Agustus 2018.

Ryamizard menegaskan insiden ini bukan saja menjadi tanggung jawab TNI dan kepolisian. Dia siap bertanggung jawab karena menyangkut kedaulatan dan pertahanan negara.


"Saya sebagai Menteri Pertahanan juga bertanggung jawab. Tanggung jawab juga bukan hanya polisi dan tentara. Saya bertanggung jawab," tegasnya.

Baca juga: Penembakan di Nduga Tak Surutkan Pembangunan Papua

Ke depan, ia ingin ada pembagian tugas yang jelas soal keamanan di Papua antara kepolisian dan TNI. Secepatnya, menhan segera mengoordinasikan TNI dan Polri untuk penanganan dan perburuan kelompok teror ini.

"Kalau tidak, ada salah persepsi. Di sana menganggap sudah aman, di sini menganggapnya terjadi lagi. Kita akan rembukkan lagi dengan TNI dan Polri," ujarnya.

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga membantai sejumlah pekerja di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Dilaporkan, 31 orang tewas akibat serangan ini.

Baca juga: Insiden di Papua Mencederai Kedaulatan NKRI

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengaku telah mendapatkan kabar itu. Namun, tim yang ditugaskan belum bisa mencapai lokasi karena jarak yang cukup jauh dari Jayapura.

"Kemarin sore kami tunda untuk masuk ke lokasi. Dari Jayapura ke distrik itu sekitar enam jam dan jalan diblokir oleh kelompok tersebut," kata Kamal dalam Metro Pagi Metro TV, Selasa, 4 Desember 2018.

Serangan terjadi pada Sabtu, 1 Desember 2018 dan Minggu, 2 Desember 2018. Setidaknya 24 orang dikabarkan tewas dalam serangan pertama terhadap pekerja dari PT Istaka Karya itu.

Baca juga: Identitas Pemberondong Tembakan di Nduga Teridentifikasi

Pada serangan pertama itu, delapan pekerja berhasil kabur menyelamatkan diri ke rumah warga. Namun, anggota KKB berhasil menemukan mereka dan membantai mereka. Dari delapan korban itu, satu jenazah masih belum ditemukan.

"Delapan orang yang menyelamatkan diri ini sembunyi di rumah warga. Namun keberadaan mereka diketahui kelompok bersenjata. Mereka diambil paksa dan dibantai," ungkapnya.





(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id