Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli

Penembakan di Nduga Tak Surutkan Pembangunan Papua

Nasional Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Achmad Zulfikar Fazli • 04 Desember 2018 12:23
Jakarta: Presiden Joko Widodo angkat bicara soal dugaan penembakan terhadap sejumlah pekerja di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Jokowi mengaku wilayah Nduga rawan serangan dari kelompok bersenjata.
 
"Kejadiannya itu terjadi di Kabupaten Nduga, dulu memang warnanya merah. Saya dulu pernah ke sana," kata Jokowi usai acara Hari Atikorupsi Sedunia 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.
 
Jokowi sudah memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencari tahu penyebab penembakan tersebut. Kejadian itu diduga menyebabkan 31 orang tewas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu, karena ini masih simpang siur. Kerena diduga itu, karena sinyal di sana enggak ada. Apa betul kejadian seperti itu," ujar dia.
 
(Baca juga:Pembangunan Jembatan Trans Papua di Lokasi Penembakan Dihentikan)
 
Diketahui, penembakan terjadi di sekitar pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak. Pembangunan ini masuk dalam pembangunan Transpapua.
 
Jokowi mengakui melakukan pembangunan di Tanah Papua tak mudah. Banyak gangguan yang datang dari kelompok tertentu.
 
Namun, dia menegaskan kasus ini tak menyurutkan pemerintah untuk tetap membangun Papua. "Pembangunan Papua tetap berlanjut," tegas dia.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif