Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Penjagaan Wilayah Perbatasan Diperketat

Nasional isis WNI Gabung ISIS
Nur Azizah • 13 Februari 2020 13:09
Jakarta: Pemerintah memperketat wilayah perbatasan untuk mencegah eks warga negara Indonesia (WNI) pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masuk. Personel gabungan dari TNI, Polri, hingga Imigrasi akan diturunkan.
 
"Pasti kita akan mewaspadai tempat-tempat yang menjadi perembesan," kata Kepala Staf Presiden Moeldoko di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Menurut dia, pemerintah juga bakal memverifikasi ulang jumlah eks WNI di Suriah. Dengan begitu, aparat di perbatasan maupun pintu masuk ke Indonesia bisa menangkal mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Langkah pertama akan dilakukan pemetaan, verifikasi secara detail. Dari jumlah 689 eks ISIS ada berapa anak-anak, ibu-ibu, dan kombatan," ungkap dia.
 
Verifikasi ini bakal memakan waktu tiga hingga empat bulan. Nantinya, tim verifikator akan dipimpin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
 
"Ya itu bisa gabungan, ada Badan Intelijen Negara, BNPT, Kepolisian, Kemenko Polhukam (Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)," ucap Moeldoko.
 
Penjagaan Wilayah Perbatasan Diperketat
Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
 
Pemerintah tidak akan memulangkan 689 eks WNI kombatan ISIS yang ada di Suriah. Mereka yang nekat kembali tanpa izin akan ditindak tegas.
 
"Kalau lewat jalur tikus ya ditangkap. Yang masalah itu kalau mereka ada yang menyembunyikan paspor, pura-pura paspornya dibakar," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Pemerintah mengantisipasi masuknya eks WNI kombatan ISIS melalui negara-negara bebas visa. Namun, Mahfud tak akan membeberkan strategi tersebut.
 
"Kita melindungi 267 juta rakyat Indonesia. Lalu, diputuskan tidak akan memulangkan FTF (foreign terrorist fighter)," tegas dia.
 
Namun, pemerintah membuka kemungkinan memulangkan anak-anak yang berada di kawasan Suriah dan Turki. Nantinya, untuk anak-anak dibawah 10 tahun akan dibekali kontra radikalisasi.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif