Komodo. MI/Palce
Komodo. MI/Palce

Upaya Pemerintah Menjaga Keamanan Komodo

Nasional komodo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Konvergensi MGN Taman Nasional Komodo
Kautsar Widya Prabowo • 09 November 2020 16:49
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan sejumlah langkah mengantisipasi adanya komodo yang menjadi korban dalam pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) wisata di Loh Buaya, Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pagar berbahan seng didirikan untuk menutupi sejumlah area pembangunan.
 
"Pagar untuk menutupi area konstruksi dan jalur material agar tidak ada pertemuan truk dengan komodo," ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno kepada Medcom.id, Senin, 9 November 2020.
 
Menurut Wiratno, pemagaran dilakukan di jalur meterial dan seluruh lokasi rencana pembangunan. Seperti pusat informasi, wisma peneliti, wisma ranger, dan lainya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama proses pembangunan terdapat lima hingga 10 ranger atau pawang komodo yang berjaga untuk memastikan tidak ada komodo masuk ke area konstruksi. Sebelum proses pembangunan pawang akan terlebih dulu mengontrol keberadaan komodo.
 
"Pemeriksaan termasuk di kolong-kolong bagunan, bekas bangunan, dan di kolong truk pengangkut material," tuturnya.
 
Berdasarkan pengamatan, jumlah komodo yang sering berkeliaran di sekitar area penataan sarpras di Loh Buaya kurang lebih 15 ekor dari 1.300 ekor yang ada di pulau Rinca. Beberapa komodo bahkan tidak menghindar ketika didekati manusia.
 
Baca: Pemerintah Jamin Kelestarian Komodo di Tengah Pembangunan Sarpras
 
Kemudian, lokasi pembagunan sarpras memiliki jarak yang cukup jauh dengan keberadaan dua sarang aktif komodo. Sehingga potensi terjadianya gangguan dari pembangunan itu dapat dihindari.
 
"Satu sarang berjarak 300 meter dan satu sarang lagi satu kilometer (km). Kita sudah tahu lokasi sarangnya di mana tidak boleh diganggu dijaga oleh betina," kata dia.  
 
Wiratno menyebut binatang berdarah dingin yang satu ini memiliki pendengaran yang kurang bagus. Komodo hanya mengandalkan indra penciuamannya untuk mendeteksi musuh.
 
Kebisingan mesin kontsruksi dipastikan tidak menganggu kehidupan kadal raksasa itu. Namun tidak sedikit masyarakat yang tetap menuding pembangunan sarpras mengusik komodo.  
 
"Tidak terganggu, dia pendengarannya tidak tajam tapi penciumannya. Makannya banyak masyarakat yang tidak tahu. Lalu dia tidak mau banyak berpindah-pindah tempat, itu karakter komodo," ucap dia.
 
Dia memastikan setiap waktu pemantauan perkembangan komodo dilakukan melalui laporan jajarannya yang berada di lokasi. Hal ini untuk mendukung prinsip kehati-hatian dalam pembangunan sarpras seluas 1,3 hektare.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif