BPOM Finalisasi Revisi Peraturan Iklan Produk Olahan

Sunnaholomi Halakrispen 10 Juli 2018 00:24 WIB
susu kental manis
BPOM Finalisasi Revisi Peraturan Iklan Produk Olahan
Kepala BPOM Penny K Lukito (tengah). Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K. Lukito, mengatakan pihaknya tengah merampungkan revisi peraturan terhadap iklan produk olahan. Revisi tersebut termasuk untuk produk susu kental manis.

"Kami memutuskan untuk melakukan revisi terhadap peraturan yang ada. Lebih melengkapi sehingga ada kesepakatan, ada informasi kepada masyarakat," ujar Penny di Kantornya, Jalan Percetakan Negara Nomor 23, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.

Revisi peraturan, kata Penny, akan lebih menegaskan apa saja yang tidak boleh ditampilkan dalam iklan susu kental manis. Salah satunya terkait visualisasi terhadap fungsi atau kegunaan susu kental manis.


"Iklan yang selama ini melanggar memberikan visualisasi yang kelihatannya susu kental manis ini bisa disamakan dengan susu yang bernutrisi pelengkap gizi. Makanya tidak boleh, karena bisa memberikan persepsi yang salah," tuturnya.

Baca: BPOM: Susu Kental Manis Tidak Berbahaya

Selain itu, penegasan juga dilakukan terhadap penampilan model iklan susu kental manis yang menggunakan anak-anak. Pasalnya, penggunaan model anak dapat mengartikan bahwa susu kental manis tersebut layak untuk dikonsumsi sebagai susu bernutrisi dan bergizi baik untuk anak.

"Tidak boleh ada anak kecil di bawah lima tahun dalam iklan tersebut karena jelas susu kental manis adalah bahan atau produk untuk pelengkap sajian," pungkasnya.

Revisi peraturan iklan dan label produk tersebut masih dalam proses finalisasi. Revisi itu akan dimasukkan ke dalam peraturan pemerintah (PP), namun Penny belum dapat menginformasikan kapan revisi tersebut diselesaikan.

"Rancangan peraturan pemerintah tentang iklan dan peraturan pangan sedang kita tunggu. Sudah ditahap final, harmonisasi sudah slesai, tinggal paraf dari bapak-ibu menteri terkait," pungkas Penny.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id