Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Polisi Dituntut Profesional Menangani Massa

Nasional demo massa demo mahasiswa Demonstrasi Mahasiswa
Sri Yanti Nainggolan • 01 Oktober 2019 08:02
Jakarta: Ombudsman meminta polisi menjaga emosi ketika berhadapan dengan para demonstran. Ini sesuai dengan program profesional, modern, dan terpercaya (promoter) yang mereka canangkan.
 
Anggota Ombudsman Ninik Rahayu mengungkapkan salah satu profesionalisme polisi dijalankan dengan menjaga emosi. Dengan begitu, mereka mampu menanggulangi kondisi di lapangan dengan sebaik-baiknya.
 
"Kan tak cuma sekali pernah menangani demo dan tahu di lapangan bagaimana. Maka polisi dituntut profesional saat mengarah ke kerusuhan," kata Ninik dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman, Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, 30 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ninik berharap profesionalisme polisi bisa mencegah kekerasan dalam demonstrasi. Apalagi, para demonstran adalah masyarakat yang notabene adalah saudara hingga anak-anak sendiri.
 
Ketua Ombudsman Amzulian Rifai menambahkan polisi boleh tak hanya mengandalkan pendekatan keamanan, melainkan pendekatan budaya, bahkan agama. Ia pun membandingkan kondisi kini dengan demonstrasi di Hong Kong yang sudah berlangsung hingga empat bulan.
 
"Kurang anarkis apa, pembakaran. Tapi belum ada korban jiwa. Coba dibandingkan dengan di Indonesia," tukas Amzulian.
 
Menurut dia, profesionalisme aparat bisa diukur dari jumlah korban dalam unjuk rasa. Polisi seharusnya bisa lebih tenang menghadapi pendemo karena sudah bersenjata dan terlatih.
 

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif