Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo/Medcom.id
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo/Medcom.id

Pencarian Korban Tsunami Diperluas ke Ujung Kulon

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Dian Ihsan Siregar • 24 Desember 2018 16:46
Jakarta: Sebanyak 303 personel Polri memperluas pencarian korban tsunami Selat Sunda ke Ujung Kulon. Wilayah itu diketahui belum tersentuh, sementara jumlah korban hilang cukup banyak.
 
"Ada wilayah di Ujung Kulon yang belum tersentuh, daerah itu jalannya rusak. Jadi tak menutup kemungkinan masih ada korban yang meninggal," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
 
Baca: 198 Korban Tewas akibat Tsunami Teridentifikasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi menjelaskan Polri juga mendirikan 19 posko untuk memperlancar evakuasi. Setiap polres juga diwajibkan membangun posko untuk menyalurkan bantuan.
 
"Dari Brimob yang ada di Pandeglang kita bangun dapur umum dan memberikan bantuan langsung kepada pengungsi berupa makanan cepat saji. Itu yang sedang kita lakukan," beber dia.
 
Baca: Pengungsi Korban Tsunami Alami Hipertensi dan Maag
 
Menurut Dedi, penangangan tsunami sejak Sabtu, 22 Desember 2018 malam cukup cepat. Selain lokasi yang tak terlalu jauh, seluruh pemangku kebijakan bisa langsung bergerak membantu. Kondisi ini berbeda dengan penanganan gempa dan tsunami di Palu.
 
"Palu semua akses hampir mati. Jadi di Banten ini bantuan dari Jakarta langsung di distribusikan. Prosesnya sangat cepat karena fasilitas jalan dan komunikasi masih baik. Meski belum semua daerah di Banten kita evakuasi, di Pandeglang saja ada dua wilayah yang belum di sisir, yakni daerah Sumur dan sekitarnya," beber dia.
 
Baca: Terombang-ambing, 29 Korban Tsunami Selamat
 
Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Hingga pukul 07.00 WIB, 23 Desember, sebanyak 281 orang tercatat meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang, dan 11.687 orang mengungsi.
 
Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di lima kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.
 

 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif