Pengunjung berfoto di depan tugu Garuda Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Jayapura, Papua. Foto: Antara/M Agung Rajasa
Pengunjung berfoto di depan tugu Garuda Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Jayapura, Papua. Foto: Antara/M Agung Rajasa

Wajah Pos Lintas Batas Berubah Selama Kepemimpinan Jokowi

Nasional daerah perbatasan
15 Februari 2019 23:56
Jakarta: Empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla disebut signifikan mengubah wajah Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Setidaknya, ada tujuh PLBN yang saat ini sudah sangat terlihat perkembangannya.
 
"Pengamanan di perbatasan perlu dilakukan sebagai bagian dari membangun kedaulatan negara di wilayah sendiri," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu terkait pembangunan masif PLBN, Jumat, 15 Februari 2019.
 
Tujuh PLBN terpadu yang sudah dibangun pemerintahan Jokowi, yakni PLBN Entikong, Badau, dan Aruk di Kalimantan Barat; PLBN Motaain, Motamasin dan Wini di Nusa Tenggara Timur; serta PLBN Skouw di Papua. Ketujuh PLBN itu dibangun dengan anggaran Rp943 miliar sejak 2015 hingga 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sesuai Nawa Cita, pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran dengan mengembangkan kawasan perbatasan melalui pendekatan keamanan dan peningkatan kesejahteraan," kata Ryamizard.
 
Tahun ini, pembangunan PLBN masih berlanjut. Ryamizard mengatakan ada empat PLBN lagi yang bakal dibangun. Seluruh PLBN yang terbangun, kata dia, telah dilengkapi dengan pasar dan saranapermukiman dasar lainnya.
 
Selain PLBN, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan juga sudah membangun 999,5 kilometer Jalan Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) serta Jalan Administrasi. “Jalan itu dibangun di sepanjang perbatasan dengan Malaysia di Kalimantan,” kata Ryamizard.
 
Baca: Pos Lintas Batas Mulai Dilirik Negara Tetangga
 
Untuk melengkapi infrastruktur itu, Kemhan juga telah membangun pos pengamanan perbatasan (pospamtas), posko penanda perbatasan (BSP), dan pilar perbatasan. Pembangunan komponen pertahanan di perbatasan itu juga diperkuat dengan pemenuhan kekuatan pokok minimum TNI yang mencapai 61,8 persen.
 
“Para prajurit penjaga perbatasan juga mendapat fasilitas rumah. Kemhan sudah membangun 241.441 unit rumah bagi prajurit TNI," kata dia.
 


 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif