Shirley Tangkilisan, Managing Director Burson Indonesia. (istimewa)
Shirley Tangkilisan, Managing Director Burson Indonesia. (istimewa)

Shirley Tangkilisan: Emansipasi Kian Nyata, Perempuan Kini Dominasi Posisi Strategis di Perusahaan

Fatha Annisa • 24 April 2026 12:40
Ringkasnya gini..
  • Hari Kartini kini dimaknai sebagai perjuangan nyata perempuan modern dalam menyeimbangkan karier, keluarga, dan cita-cita.
  • Shirley Tangkilisan menilai emansipasi telah berkembang, ditandai semakin banyaknya perempuan di posisi strategis seperti direksi dan CEO
  • Ia menekankan pentingnya dukungan sesama perempuan serta memiliki mimpi sebagai kunci untuk terus maju dan bertahan.
Jakarta: Hari Kartini bagi perempuan modern bukan lagi sekadar peringatan seremonial, melainkan sebuah manifestasi dari perjuangan panjang menyeimbangkan peran domestik, karier, dan cita-cita.
 
Dalam sebuah wawancara bersama Medcom.id, Shirley Tangkilisan, Managing Director Burson Indonesia, berbagi pandangannya mengenai bagaimana makna emansipasi telah bertransformasi di era sekarang.
 
Bagi Shirley, menduduki posisi sebagai pemimpin di kantor memberikan perspektif baru yang lebih mendalam. Ia menekankan bahwa perjuangan perempuan saat ini sudah bergeser dari sekadar wacana menuju aksi nyata yang memberdayakan.
 
Salah satu bukti nyata keberhasilan emansipasi saat ini adalah semakin lumrahnya perempuan menempati posisi strategis di perusahaan besar. Jika dulu kehadiran perempuan di level direksi dianggap sebagai "bonus", kini hal tersebut sudah menjadi bagian dari realitas industri.
 
 
Baca juga: Bukan Sekadar Emosional, Ini 5 Kekuatan Pemimpin Perempuan yang Bikin Bisnis Melesat

 
"Perempuan di perusahaan besar sudah banyak yang menjadi bagian dari BOD (Board of Directors) bahkan CEO. C-level sudah menjadi bagian dari kita, bukan lagi sesuatu yang dianggap bonus," kata Shirley, Jumat, 24 April 2026.
 
Namun, Shirley tidak menampik bahwa perjalanan menuju puncak karier tersebut tidaklah mudah. Ada pengorbanan besar di baliknya, mulai dari memastikan urusan domestik rumah tangga terselesaikan hingga perjuangan fisik setiap harinya.
 
Shirley menggambarkan realitas ini dengan analogi perjuangan para perempuan tangguh yang haurs menyelesaikan urusan domestik, sebelum pergi bekerja dengan transportasi publik (KRL) dan tetap harus profesional sesampainya di kantor.
 
 
Baca juga: Girls Take Over! Tren Solo Travel Perempuan Makin Ngegas di 2026
 

Pentingnya Women Support Women dan Mimpi Sebagai Jangkar Kewarasan Perempuan

Di tengah tantangan tersebut, Shirley menekankan satu kunci utama yaitu dukungan sesama perempuan. Ia percaya bahwa konsep women support women adalah fondasi yang menjaga keberlanjutan karier perempuan.

Dukungan ini menjadi sangat krusial karena sering kali tuntutan karier dan urusan rumah tangga tidak berjalan selaras secara linear, terutama bagi mereka yang masih di level junior atau sedang berjuang menyeimbangkan tuntutan domestik dan cita-cita.
 
"Aku belajar dari atasan aku bahwa konsep women support women itu sangat penting. Itu sesuatu yang tidak boleh berhenti," tambahnya.
 
Lebih lanjut, Shirley memberikan pesan kuat bagi seluruh perempuan untuk tetap memiliki mimpi atau passion pribadi. Baginya, memiliki tujuan personal di luar peran sebagai ibu atau pekerja adalah jangkar yang menjaga "kewarasan" seorang perempuan.
 
"Aku berharap kita sebagai perempuan tetap punya semangat atau mimpi. Karena itu yang akan menarik kita ke depan, dan itu yang bikin kita tetap waras," pungkasnya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>