Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika Rahmat Triyono--Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika Rahmat Triyono--Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Prosedur Baru Monitoring Deteksi Tsunami Selat Sunda

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Muhammad Syahrul Ramadhan • 08 Februari 2019 17:44
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyusun standar operasional (SOP) baru terkait sensor monitoring deteksi tsunami di Selat Sunda. SOP baru disusun berdasarkan kejadian tsunami di Selat Sunda yang bukan hanya disebabkan gempa tektonik, melainkan juga longsor di lereng gunung Anak Krakatau.
 
SOP baru tersebut, terang Rahmat, mencakup acuan titik sumber getar di Gunung Anak Krakatau. Sebab, pada dasarnya, SOP tsunami yang berlaku saat ini masih mengacu pada getaran gempa tektonik, bukan vulkanik
 
"Sistem peringatan tsunami yang dibangun di Indonesia saat ini dasarnya masih pada getaran yang ditimbulkan gempa tektonik, bukan karena gempa vulkanik atau longsor di lereng gunung," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika Rahmat Triyono saat ditemui di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: BMKG Pastikan Muka Air Laut Selat Sunda Normal
 
SOP tersebut, tutur Rahmat, juga mencakup sistem monitoring INASEIS atau aplikasi berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Mengubah sinyal seismik, mendeteksi, dan menganalisis gempa bumi baik secara otomatis maupun interaktif serta mendiseminasikanya.
 
"INASEIS akan memberikan peringatan ketika salah satu sensor mendeteksi aktivitas vulkanik di lokasi gunung Anak Krakatau," tuturnya.
 
Selain gunung Anak Krakatau terdapat tujuh gunung di Indonesia yang juga bisa menimbulkan tsunami seperti di Selat Sunda. Tujuh gunung tersebut adalah Gamalama, Batutara, Teon, Tambora, Awu, Werung, dan Paluweh.
 
"Gunung yang ada di laut itu mau tidak mau harus terus dimonitor. Namun, kita tidak menggunakan SOP khusus gunung Anak Krakatau terhadap tujuh gunung tersebut," kata dia.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi