PPBD Jawa Tengah

Ada Guru Anjurkan Wali Murid Salahgunakan SKTM

Citra Larasati 13 Juli 2018 18:40 WIB
PPDB 2018
Ada Guru Anjurkan Wali Murid Salahgunakan SKTM
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, MI/Ramdani.
Jakarta: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyesalkan ada guru di Jawa Tengah yang menyarankan orangtua siswa yang tidak masuk kategori keluarga pra-sejahtera menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Jateng. Prilaku guru tersebut jelas menciderai dunia pendidikan dan profesi guru yang seharusnya berintegritas serta mengajarkan kejujuran.

"Ada guru yang menganjurkan pakai SKTM saja biar diterima. Guru-guru semacam ini tidak layak," kata Ganjar dikutip dari program Metro Siang, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut Ganjar, guru adalah pintu masuk dari pendidikan karakter, di mana seharusnya mengajarkan integritas dan kejujuran kepada siswa, bukan sebaliknya. "Tentu kami akan memberikan sanksi, ada orangtua murid yang menyampaikan kepada kami, beberapa (guru) direkam dengan video dengan santainya menyampaikan seperti itu," ungkap Ganjar


Ganjar mengaku tidak habis pikir, di saat seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikam sibuk membicarakan kompetensi, namun ada guru yang justru berprilaku seperti itu. "Saya tidak mengerti, ketika kita membicarakan kompetensi, tapi kawan guru mengatakan seperti itu," sesal Ganjar.

Baca: Kuota PPDB Jalur Siswa Miskin Harus Diberi Batas Atas

Para guru itu, kata Ganjar, tidak merasakan betapa berat siswa yang berusaha belajar demi mendapatkan nilai baik tapi kalah dengan yang menyalahgunakan SKTM. "Mereka tidak bisa merasakan sakitnya sudah usaha tapi kalah dengan siswa yang mengaku miskin," ujar Dia.

Sebanyak 78.065 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang tidak sesuai datanya dengan fakta di lapangan akhirya dibatalkan. Puluhan ribu penyalahgunaan SKTM itu digunakan untuk mendaftar di SMA dan SMK se-Jawa Tengah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA/SMK tahun ini.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jateng, jumlah daya tampung SMA se-Jateng yakni 113.325 dengan jumlah pendaftar 113.092. Jumlah peminat menggunakan SKTM yakni 62.456 dan setelah diverifikasi, tersisa 26.507. Sehingga masih ada kursi yang belum terisi untuk SMA.

Sedangkan untuk SMK negeri, jumlah pendaftar melebihi kuota yakni 108.460 dengan kuota 98.486. Pengguna SKTM sebanyak 86.436, yang masuk seleksi 44.320 atau sekitar 45 persen.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id