Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus memonitor kebutuhan tenaga medis di tengah peningkatan kasus covid-19 beberapa waktu terakhir. IDI terus menambah dokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dan TNI.
"Serta perhimpunan (dokter) sudah dikoordinasikan untuk mem-backup tenaga kesehatan," kata Ketua Umum (Ketum) IDI Daeng M. Faqih dalam diskusi virtual, Sabtu, 19 Juni 2021.
Dia menyebut tenaga bantuan sudah didistribusikan ke sejumlah daerah yang mengalami peningkatan kasus. Seperti, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng).
Sebanyak 12 dokter ditugaskan di Kabupaten Kudus. Mereka akan membantu tenaga medis di sana secara bergantian.
(Baca: 5 Rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Cegah Sistem Kesehatan Kolaps)
"Dikoordinasikan di bawah Pemda Kudus dan Kemenkes," ungkap dia.
Hal serupa juga sudah diterapkan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet. Sebanyak 60 dokter diperbantukan di salah satu pusat fasilitas kesehatan khusus merawat pasien covid-19 di Ibu Kota itu.
"Semalam saya memberikan ada pembekalan 60 dokter untuk ditambahkan ke Wisma Atlet dan akan dilanjutkan untuk tambahan berikutnya," ujar dia.
Daeng menyebut diperlukan penambahan dokter yang bertugas menangani pasien covid-19. Sebab, lonjakan kasus membuat beban tenaga medis, khususnya dokter semakin bertambah.
"Kalau begitu beban nakes sudah sangat meningkat, kelelahan pasti terjadi," ujar dia.
Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (
IDI) terus memonitor kebutuhan tenaga medis di tengah peningkatan
kasus covid-19 beberapa waktu terakhir. IDI terus menambah dokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Satuan Tugas (
Satgas) Penanganan Covid-19, dan TNI.
"Serta perhimpunan (dokter) sudah dikoordinasikan untuk mem-backup tenaga kesehatan," kata Ketua Umum (Ketum) IDI Daeng M. Faqih dalam diskusi virtual, Sabtu, 19 Juni 2021.
Dia menyebut tenaga bantuan sudah didistribusikan ke sejumlah daerah yang mengalami peningkatan kasus. Seperti, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng).
Sebanyak 12 dokter ditugaskan di Kabupaten Kudus. Mereka akan membantu tenaga medis di sana secara bergantian.
(Baca:
5 Rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Cegah Sistem Kesehatan Kolaps)
"Dikoordinasikan di bawah Pemda Kudus dan Kemenkes," ungkap dia.
Hal serupa juga sudah diterapkan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet. Sebanyak 60 dokter diperbantukan di salah satu pusat fasilitas kesehatan khusus merawat pasien covid-19 di Ibu Kota itu.
"Semalam saya memberikan ada pembekalan 60 dokter untuk ditambahkan ke Wisma Atlet dan akan dilanjutkan untuk tambahan berikutnya," ujar dia.
Daeng menyebut diperlukan penambahan dokter yang bertugas menangani pasien covid-19. Sebab, lonjakan kasus membuat beban tenaga medis, khususnya dokter semakin bertambah.
"Kalau begitu beban nakes sudah sangat meningkat, kelelahan pasti terjadi," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)