Kawasan Ecoparian Sungai Badung. Foto: KLHK
Kawasan Ecoparian Sungai Badung. Foto: KLHK

Denpasar Jadi Kiblat Penanganan Sampah Plastik Nasional

20 Juni 2019 22:28
Denpasar: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadikan Kota Denpasar, Bali, sebagai percontohan penanganan sampah plastik secara nasional. Saat ini Pemerintah Kota Denpasar tengah membangun aplikasi pelayanan bank sampah berbasis web dan mobile berupa Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Sidarling).
 
"Kami akan mengkaji agar sistem seperti ini (Sidarling) terus meluas dan dapat menjadi acuan secara nasional. KLHK akan mengecek berbagai inovasi yang serupa dari daerah-daerah. Negara akan membahas Sidarling menjadi format nasional," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di sela-sela meresmikan Ecoparian Sungai Badung, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Ecoparian Sungai Badung diresmikan bertepatan dengan pertemuan keempat antarnegara Asia Timur dalam persoalan kelautan (COB-SEA). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bali sempat disorot karena kesulitan menangani sampah plastik. Sampah plastik yang memenuhi sungai dan lautan telah menyebabkan masalah selama bertahun-tahun. Sampah telah menyumbat saluran air, meningkatnya risiko banjir, dan memicu permasalahan lingkungan yang sangat serius. "Di sini, Pemkot Denpasar serius menanganinya," kata Siti.
 
Spirit penanganan sampah laut bahkan dibawa oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Bangkok, hari ini. 
 
Terus berinovasi
 
Pemkot Denpasar banyak menelurkan inovasi dalam menangani sampah. Salah satunya adalah penerbitan Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Jokowi memberi apresiasi atas inisiatif ini saat berkunjung ke kawasan Pasar Badung dan Taman Kumbasari Tukad Badung, beberapa waktu lalu.
 
Sejak peraturan ini resmi diberlakukan pada 1 Januari 2018, telah terjadi penurunan penggunaan kantong plastik yang signifikan. Di pasar tradisional, penurunan penggunaan kantong plastik mencapai 54,26 persen.  Untuk usaha kegiatan lainnya mencapai 86,27 persen. Penurunan paling signifikan terjadi untuk toko modern dan pusat perbelanjaan yang mencapai 99,16 persen.
 
Baca juga: Pemahaman Bahaya Sampah Plastik Masuk Kurikulum
 
Sebelumnya, Pemkot Denpasar juga telah berupaya melakukan berbagai aksi nyata berupa sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik. Sosialisasi disebar melalui media cetak, elektronik, sosial media, bahkan secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini sudah dilakukan rutin sejak Juni 2018.
 
Pesona Sidarling
 
Terobosan Pemkot Denpasar terus berlanjut dengan membangun aplikasi pelayanan bank sampah berbasis web dan mobile berupa Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Sidarling). Aplikasi ini dibuat sebagai pemicu untuk meningkatkan minat masyarakat dalam memilah dan menabung sampah di bank sampah.
 
Hasilnya, dari 128 bank sampah, sebanyak 54 di antaranya sudah tergabung dalam aplikasi Sidarling dengan jumlah nasabah mencapai 5.111 nasabah. Aplikasi tersebut juga menyediakan penghargaan bagi nasabah yang sudah mencapai poin pengumpulan tertentu. 
 
Pemberian penghargaan didasarkan pada jumlah poin yang dimiliki oleh anggota. Rinciannya yaitu: 
- Silver (untuk pengumpulan point 0-24). Layanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis.
- Gold (untuk pengumpulan point 25-75). Layanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK, KTP, Perizinan, BPD, Pembayaran air/listrik), serta pelayanan rumah sakit dan puskesmas.
- Platinum (untuk mengumpulan point 75 ke atas). Layanan yang diperoleh yaitu bus sekolah gratis, diskon belanja di beberapa toko, prioritas pelayanan (KK, KTP, perizinan, BPD, pembayaran air/listrik), pelayanan rumah sakit dan puskesmas, serta beasiswa bagi siswa sekolah.
 
Atas keberhasilan pelaksanaan Sidarling ini, Menteri Siti memberikan apresiasi yang disampaikan langsung pada acara coffee morning di bantaran Tukad Badung bersama delegasi Inter Goverment Meeting COBSEA 9 Negara Asia Pasific dan wali kota Denpasar.
 
Sidarling ini juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Bali. Data pada 2018 menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Bali mencapai 6.127.437 orang. "Sebagai salah satu daerah tujuan wisata nasional, permasalahan sampah di Bali menjadi sangat penting," kata Siti.

 
(UWA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif