Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Pemahaman Bahaya Sampah Plastik Masuk Kurikulum

Nasional sampah
Dheri Agriesta • 11 Desember 2018 15:38
Katowice: Pemerintah Indonesia sadar penanganan sampah plastik tak bisa dilakukan tanpa bantuan masyarakat. Pemahaman bahaya sampah plastik pun mulai ditanamkan sejak dini dalam kurikulum pendidikan.

"Kami sudah masukkan ke dalam kurikulum dari taman kanak-kanak sampai SMA," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Hotel Marriot, Katowice, Polandia, Senin, 10 Desember 2018 malam.

Luhut menyebut pemahaman tentang bahaya sampah plastik itu disampaikan dengan beragam cara. Pemerintah juga menyesuaikan penyampaian informasi dengan tingkatan pendidikan dan murid yang disasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ia mencontohkan penyampaian sembari bermain buat murid-murid taman kanak-kanak. Selain itu, media kartun juga digunakan agar membuat penyampaian informasi lebih menarik. Sehingga memberi pelajaran betapa bahayanya sampah plastik itu," kata Luhut.

Beberapa kepala daerah juga telah mengambil sikap untuk menangani sampah plastik. Luhut mencontohkan kebijakan Pemerintah Bali yang bakal melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Luhut menegaskan kebijakan itu tak bakal berjalan lancar jika solusi alternatif tak dihadirkan. Pemerintah, kata dia, bakal mengembangkan pembuatan kantong plastik ramah lingkungan berbahan dasar singkong dan rumput laut.

"Kenapa selama ini belum jalan? Karena jumlah (kantong plastik ramah lingkungan) kecil, kalau jumlah kecil harganya tinggi, kalau jumlahnya besar kan harganya akan turun," pungkas Luhut.


(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi