Jakarta: Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, akan disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada kerabat Jakob memberikan penghormatan terakhir.
“Kemudian dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan,” kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia, Rusdi Amral saat dikonfirmasi, Rabu, 9 September 2020.
Rusdi menyebut seluruh proses pemakaman akan menerapkan protokol kesehatan. Seluruh karyawan, purnakaryawan, maupun pihak yang hendak memberi penghormatan terakhir diminta menyaksikan secara daring.
Rusdi juga mengimbau masyarakat tidak mengunggah foto atau video rangkaian pemakaman. Hal itu demi menjaga privasi dan kenyamanan keluarga almarhum.
“Cinta dan perhatian kita tetap tersampaikan meskipun tidak hadir secara langsung,” ujar dia.
Baca: Jakob Oetama Wafat
Jakob tutup usia pada usia 88 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Sempat Koma
Rusdi menyampaikan Jakob wafat setelah sempat mengalami koma sejak Minggu, 6 September 2020. Pihak keluarga pun sudah menerima kepergian salah satu tokoh pers nasional itu.
"Intinya keluarga sangat ikhlas melepas Pak Jakob, berterima kasih atas doa, empati, simpati, terutama karyawan Kompas Gramedia se-Indonesia yang mendoakan, itu menjadi kekuatan keluarga," ujar dia.
Jakob lahir di Borobudur, Magelang, pada 27 September 1931. Dia dikenal sebagai pendiri makalah Intisari bersama P.K Ojong pada 1963.
Tepat 28 Juni 1965, Jacob dan Ojong mendirikan harian Kompas. Bisnisnya terus berkembang sampai memiliki sejumlah anak perusahaan.
Jakob juga dikenal aktif di organisasi jurnalistik. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sempat menjadi Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Dia juga pernah menjadi anggota Asosiasi Internasional Alumni Pusat Timur Barat, Honolulu, Hawai, Amerika Serikat.
Jakarta: Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, akan disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada kerabat Jakob memberikan penghormatan terakhir.
“Kemudian dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan,” kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia, Rusdi Amral saat dikonfirmasi, Rabu, 9 September 2020.
Rusdi menyebut seluruh proses pemakaman akan menerapkan protokol kesehatan. Seluruh karyawan, purnakaryawan, maupun pihak yang hendak memberi penghormatan terakhir diminta menyaksikan secara daring.
Rusdi juga mengimbau masyarakat tidak mengunggah foto atau video rangkaian pemakaman. Hal itu demi menjaga privasi dan kenyamanan keluarga almarhum.
“Cinta dan perhatian kita tetap tersampaikan meskipun tidak hadir secara langsung,” ujar dia.
Baca: Jakob Oetama Wafat