Paus Fransiskus. Foto: AFP
Paus Fransiskus. Foto: AFP

Paus Berharap Manusia Kembali pada Prinsip Persaudaraan

Nasional konflik filipina kerukunan beragama
Juven Martua Sitompul • 16 Januari 2020 14:46
Vatikan: Pemimpin gereja katolik seluruh dunia Paus Fransiskus menyerukan semua masalah yang dihadapi mesti diselesaikan dengan prinsip-prinsip persaudaraan. Ini disampaikan dalam forum Inisiatif Agama-agama Ibrahim (Abrahamic Faiths Initiative).
 
"Diskusi yang digelar mengerucutkan sikap dan langkah bersama dalam menghadapi kemelut kemanusiaan dewasa ini, yang sangat kental diwarnai oleh konflik antarkelompok agama,” kata Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Stafuq (Gus Yahya) di Vatikan, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Gus Yahya mengungkapkan Duta Besar Keliling Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama, Sam Brownback prihatin konflik antaragama dibiarkan. Sebab, pembiaran sudah pasti berujung saling bunuh di antara sesama manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ungkapan itu persis seperti analisis yang dipaparkan dalam ‘Deklarasi Gerakan Pemuda Ansor Tentang Islam Untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam)’ pada tahun 2017 yang lalu,” beber dia.
 
Reverand Thomas Johnson dari World Evangelical Alliance menyebut deklarasi saja tidak cukup. Deklarasi tak menjamin orang mau sungguh-sungguh membaca dan mempelajarinya.
 
Gus Yahya menyebut siapa pun yang membuat deklarasi mesti siap merealisasikan dengan langkah-langkah strategis yang nyata. Dia mencontohkan kiprah Nahdlatul Ulama dalam mambangun strategi transformatif melalui aktivisme sosial, yaitu pelayanan bagi masyarakat termasuk melindungi hak-hak kelompok minoritas.
 
Chief Rabbi David Rosen menilai pentingnya kalangan politik menengok agama-agama sebagai basis strategi resolusi konflik, bukan hanya pendekatan militer dan ekonomi. Sedangkan Ambassador Sam Brownback menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas segala yang telah dilakukan Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
 
Musyawarah pada akhirnya mencapai kesepakatan untuk terjun ke wilayah konflik demi mengupayakan jalan keluar. Namun, Gus Yahya mengingatkan hal itu mesti dilakukan dengan strategi yang komprehensif dan terkonsolidasi.
 
“Tentu dengan dukungan instrumen-instrumen dan sumber daya-sumber daya yang penuh,” kata dia.
 
Pastor Bob Roberts juga memaparkan hasil dialog termasuk penegasan dukungan ‘Piagam Persaudaraan Kemanusiaan'. Piagam ditandatangani Paus Fransiskus dan Tetua Agung Al Azhar, Syaikh Ahmad Al Tayeb, di Abu Dhabi pada Februari 2019.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif