Moeldoko: Tangan Pekerja Diborgol dan Ditembaki
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) saat memberikan keterangan kepada pewarta di kantornya. Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut penembakan yang terjadi di distrik Yigi, Nduga, Papua, tergolong sadis. Tangan para pekerja jembatan Trans Papua diborgol saat diberondong timah panas.

"Korban yang sedang bekerja, digiring dengan tangan terborgol, ditembaki. Ada yang lari, digorok. Sebagian besar peristiwanya seperti itu," kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

Baca: Moeldoko Sebut Penembakan di Nduga Ulah OPM


Dia pun meminta isu ini tak semakin melebar. Apalagi belakangan mencuat aksi ini disebabkan ada pekerja yang mengabadikan perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka.

"Ada yang berpersepsi seperti itu. Tapi saya juga berharap tidak mengait-kaitkan memfoto, jangan dibelokkan. Yang terpenting adalah 31 nyawa sipil melayang. Jangan dibelok-belokkan. Jangan dikaitkan ke peristiwa 1 Desember, ada yang berpersepsi seperti itu," tegas dia.

Baca: Istaka Karya: Karyawan Kami di Nduga 28 Orang

Menurut dia, penumpasan aksi kelompok bersenjata ini harus dilakukan oleh TNI. Pasalnya, aksi itu sudah nyata-nyata mengganggu keutuhan NKRI.

"Gerakan bersenjata ini mesti TNI yang tangani. Ini mestinya dengan peristiwa besar ini, harus dikonstruksi lagi istilah itu. Harus jujur dengan batas kemampuan-kemampuan kalau seperti ini," kata dia.





(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id