Moeldoko Sebut Penembakan di Nduga Ulah OPM
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) saat memberikan keterangan kepada pewarta di kantornya. Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut penembakan di distrik Yigi, Nduga, Papua, bukan murni kejahatan kriminal. Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai dalang yang menyebabkan 31 pekerja proyek jembatan Trans Papua tewas.

"Ini bukan sekadar dilakukan oleh aksi kelompok kriminal bersenjata, tapi ini sudah aksi-aksi boleh saya katakan sebuah gerakan OPM," kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Rabu, 5 November 2018.

Moeldoko mengutuk keras aksi penembakan itu. Apalagi, para pekerja tengah membangun akses untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.


"Sebuah kebiadaban, kami mengutuk peristiwa itu," kata Moeldoko.

Dia meminta pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) melihat utuh peristiwa ini. Dia tak mau aksi yang menewaskan puluhan masyarakat sipil itu luput dari perhatian pegiat HAM. Sedangkan, penindakan yang dilakukan aparat selama ini selalu dieksploitasi besar-besaran.

"Saya mengimbau penggerak HAM di dalam negeri maupun luar negeri untuk melihat situasi dengan mata terbuka, jangan mata sebelah karena 31 masyarakat sipil yang tidak berdaya, dengan niat baik untuk bekerja dengan batasan yang dimiliki, punya niat menyejahterakan masyarakat Papua, tapi justru menjadi korban dari perilaku tidak beradab," tegas dia.

Baca: Evakuasi Korban Penembakan Dilanjutkan Hari Ini

Para pekerja sedang membangun jalan sepanjang 278 kilometer untuk membuka jalan dari Wamena ke Agats. Pembangunan jalan itu sekaligus membuka akses di Nduga yang selama ini tertinggal, terisolasi, dan relatif tidak aman.

"Diharapkan dengan adanya jalan ini ada koneksi antardaerah, barang tidak mahal, dan sebagainya," ucap dia.

Mantan Panglima TNI itu memastikan pemerintah sudah mengambil langkah cepat agar proyek pembangunan itu tak terhenti. Salah satunya dengan mengerahkan ratusan aparat TNI dan Polri ke Nduga.

Selain menjaga masyarakat, aparat juga bertugas memastikan para pekerja aman dalam melakukan pembangunan. TNI dan Polri juga diminta tetap menjaga profesionalisme dalam bertugas.

"Tidak boleh terpancing, kita harus menunjukkan bahwa kita prajurit bhayangkara yang beradab supaya menjaga sebaik-baiknya," kata dia.






(DRI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id