NEWSTICKER
Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP
Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP

Institusi Negara Dianggap Sulit Deradikalisasi WNI Eks ISIS

Nasional isis WNI Gabung ISIS
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Februari 2020 14:27
Jakarta: Analis Terorisme Timur Tengah Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta mengatakan proses deradikalisasi warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS sangat rumit. Terlebih jika proses deradikalisasi dilakukan oleh institusi negara.
 
“Proses mengubah dan mengembalikan dari paham radikal tidak mudah. Sangat susah mengembalikan ideologi,” kata Stanislaus kepada Medcom.id, Sabtu 22 Februari 2020.
 
Pasalnya, pola pikir yang tertanam negara adalah musuh. Selama ini deradikalisasi dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Bagaimana mereka mau mendengar (negara)? Kan sudah jadi musuh,” ujarnya.
 
Stanislaus menyarankan pemerintah menggandeng institusi atau individu non-negara untuk program deradikalisasi. Seperti keterlibatan keluarga hingga tokoh agama. Bahkan, kata dia, negara bisa bekerjasama dengan mantan teroris.
 
“Pelibatan mantan teroris juga efektif karena membuktikan ada contoh yang kembali (dari paham radikalisme)” tutur Stanislaus.
 
Baca:Nasib WNI Eks ISIS Dinilai Bukan Urusan Negara
 
Pemerintah diminta memperkuat program deradikalisi sebelum memutuskan memboyong 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke Tanah Air. Program deradikalisasi penting diterapakan agar tidak timbul keresahan di masyarakat.
 
"Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ada solusi mengurangi radikalisme, misalnya melalui bantuan usaha, memberikan bantuan pendidikan yang masih mau belajar," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Santoso kepada Medcom.id, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Santoso menyebut program deradikalisasi harus diupayakan maksimal. Tujuannya, agar menjadi landasan pemerintah menanggulangi individu-individu berpaham radikal.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif