Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam acara Hari Kesehatan Nasional ke-58. Branda Antara
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam acara Hari Kesehatan Nasional ke-58. Branda Antara

Wamenkes: HKN ke-58 Momentum Menuju Indonesia Sehat dan Tangguh

Antara • 23 November 2022 16:25
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengangkat tema Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku dalam Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 pada 2022. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 dapat menjadi momentum pulihnya berbagai sektor kesehatan di masyarakat, sehingga Indonesia sehat dan tangguh.
 
“Semangat ini membuka peluang bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam memasuki masa transisi dari pandemi menuju endemi. Saya berharap rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional memberikan kontribusi dalam mewujudkan lingkungan sehat dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal,” kata Dante saat memberikan kata sambutan mewakili Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara Penganugerahan Penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan sebagai rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 di Jakarta, Rabu, 23 November 2022.
 
Dante menjelaskan Kementerian Kesehatan sedang melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada enam pilar untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan berkeadilan. Keenam pilar transformasi kesehatan tersebut adalah transformasi pelayanan primer, transformasi pelayanan rujukan, transformasi ketahanan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, serta transformasi teknologi kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Salah satu wujud transformasi kesehatan adalah melalui pemberian apresiasi/penghargaan kepada para pemangku kepentingan yang berkomitmen untuk implementasi aksi dalam mewujudkan berbagai program kesehatan (termasuk program penyehatan lingkungan) dalam rangka percepatan pencapaian indikator pembangunan bidang kesehatan dalam RPJMN dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024,” jelas Dante.
 
Dante menyampaikan lingkungan sehat adalah salah satu bentuk upaya preventif dan promotif pengendalian penyakit berbasis lingkungan. Paradigma sehat, kata dia, harus diimplementasikan di segala lini seperti bandar udara, pelabuhan, terminal, rumah sakit, restoran, dan kantin.
 
Dante mengatakan dalam upaya mewujudkan lingkungan sehat tersebut, perlu percepatan secara strategis melalui pemberian penghargaan. Menurut dia, penghargaan sebagai salah satu pembinaan dan advokasi dalam mendorong keberhasilan program, karena dapat menstimulasi penyelenggaraan kesehatan lingkungan, serta apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah, petugas kesehatan lingkungan, pelaku usaha, institusi, dan tokoh masyarakat.
 

Baca: Dorong Kualitas Kesehatan, Kemenkes Lengkapi Fasilitas di Puskesmas

Penghargaan Bidang Kesehatan Lingkungan

Pemberian penghargaan bidang kesehatan lingkungan menjadi agenda rutin Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini bentuk apresiasi terhadap komitmen dan implementasi aksi setiap provinsi atau kabupaten atau kota, institusi, penyelenggara layanan, petugas, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat.
 
Pemberian penghargaan bidang kesehatan lingkungan dalam rangka HKN ke-58, meliputi provinsi dan kabupaten atau kota yang berhasil dalam mewujudkan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), pelabuhan dan bandar udara sehat (PBUS), rumah sakit yang mewujudkan lingkungan sehat, serta sentra pangan jajanan atau kantin yang memenuhi syarat higienis sanitasi.
 
Sebanyak tiga provinsi mendapat penghargaan karena berhasil 100 persen stop buang air besar sembarangan (SBS). Kemudian, dua provinsi terbaik dalam membina program penyehatan pangan. 
 
Sementara itu, ada 38 kabupaten atau kota yang mendapat penghargaan karena berhasil 100 persen stop buang air besar sembarangan, 14 kabupaten atau kota terbaik percepatan 100 persen stop buang air besar sembarangan, 29 kabupaten atau kota dalam percepatan STBM berkelanjutan, 15 kabupaten atau kota terbaik dalam percepatan STBM berkelanjutan, 9 kabupaten atau kota terbaik dalam lima pilar STBM, dan satu kota pembina terbaik program penyehatan pangan.
 
Selain itu, ada 14 rumah sakit yang menyelenggarakan kesehatan lingkungan dengan predikat sangat baik dan 19 rumah sakit dengan predikat baik. Kemudian, 18 penyelenggara sentra pangan jajanan atau kantin atau sejenisnya yang memenuhi syarat higienis sanitasi.
 
Penghargaan juga diberikan kepada 9 pelabuhan dan 10 bandar udara, terdiri atas 19 ketua forum pelabuhan dan bandar udara sehat dan 19 kepala otoritas pelabuhan atau bandar udara. Lalu, 38 tenaga sanitasi lingkungan (TSL) puskesmas terbaik, 38 natural leader terbaik, dan 38 kepala desa atau lurah terbaik dari 38 kabupaten atau kota percepatan SBS dan STBM berkelanjutan.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif