Penumpang kapal di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Foto: Antara/Didik Suhartono
Penumpang kapal di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Foto: Antara/Didik Suhartono

Pelarangan Mudik Demi Cegah Korona Dinilai Sulit

Nasional Virus Korona mudik lembaran
Theofilus Ifan Sucipto • 19 Maret 2020 11:52
Jakarta: Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai tak mungkin melarang mudik selama Lebaran. Namun, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19) saat mudik.
 
“Kalau mendorong larangan (mudik) akan terjadi konflik,” kata Trubus kepada Medcom.id, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Trubus mengatakan mudik sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat Indonesia. Pelarangan mudik akan menimbulkan pertentangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengusulkan pemerintah mulai menyiapkan fasilitas memadai untuk mencegah covid-19. Misalnya, menyediakan alat pengukur suhu tubuh di setiap bandara, pelabuhan, dan terminal.
 
Trubus mafhum pengecekan suhu di setiap persinggahan memakan waktu. Namun, pemerintah perlu memberi pemahaman agar masyarakat bisa mudik dengan nyaman.
 
(Baca: Pemerintah Bahas Antisipasi Mudik di Tengah Korona)
 
Trubus menyebut pengecekan suhu saat mudik penting agar tidak menularkan potensi covid-19 pada keluarga di rumah. “Jangan sampai mudik ke kampung halaman membawa penyakit,” kata Trubus.
 
Wakil Presiden periode 2014-2019 Jusuf Kalla mengusulkan pemerintah melarang mudik pada Lebaran 2020. Ini untuk mencegah penyebaran virus korona meluas.
 
Ketua Palang Merah Indonesia itu mengatakan tidak ada kewajiban bagi umat muslim untuk mudik. "Dalam bulan puasa itu kan yang wajib puasanya, tarawihnya. Mudik itu kebiasaan saja," kata JK.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif